27 Desember 2012

Dimulai dari Diri Sendiri

Alkisah, seorang pria mengalami masalah yang bertubi-tubi. Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga, eh... digigit anjing lagi.

Rumah tangganya gonjang-ganjing tidak harmonis, karena didapati istrinya memiliki “pria idaman lain”. Belum lagi masalah pekerjaan, ia baru saja terkena imbas perampingan karyawan, alias baru saja di-PHK.

Sungguh, beban pergumulannya sangat berat. Oleh karena itu, ia kemudian merenungkan nasibnya.

Ia mencoba untuk menginstrospeksi diri, “Apa yang sebenarnya salah dalam hidupku? Mengapa setiap yang kukerjakan selalu gagal? Bagaimana caranya agar aku dapat tetap survive dan menjadi orang berhasil?”

Lantas, ia segera mencari jawabannya dengan pergi ke toko buku, dan membeli buku-buku kepribadian, motivasi, dan buku mengenai petunjuk hidup.


Akan tetapi, setelah beberapa saat ia bergulat dengan buku-buku tentang kehidupan tadi, hidupnya sama sekali tidak berubah.

Kemudian secara tiba-tiba terbersit keinginan untuk menemui penulis buku-buku tadi, karena pikirnya mereka yang dapat menulis buku-buku tersebut tentulah orang-orang hebat, yang mampu memberikan petunjuk kepadanya.

Setelah ia bertanya ke sana kemari, dan mencoba untuk menghubungi para penulis buku tersebut, akhirnya ia berhasil menemui salah seorang penulis buku.

Ia langsung menceritakan segala permasalahan hidupnya dan bertanya, “Pak, berikan saya resep yang dapat membuat hidup saya lancar dan bahagia.”

Si penulis kemudian menjawab, “Oh gampang sekali, kamu tinggal baca buku saya dengan teliti, dan kerjakanlah semua yang tertulis di sana.”

“Sudah Pak, saya sudah membacanya dengan teliti, bahkan saya sangat hafal semua yang tertulis di dalam buku Bapak,” jawab sang pria tadi.

Si penulis terdiam sejenak, lalu ia berkata, “Baiklah, kamu akan saya pertemukan dengan seseorang, dan dialah yang akan memberikan kepadamu resep kehidupan yang bahagia.”

Lalu, ia membawa sang pria masuk ke dalam kamarnya, dan membimbingnya ke sebuah cermin. Tentu saja pria tersebut menjadi bingung.

Si penulis berkata, “Itulah orang yang akan membantumu menunjukkan hidup yang bahagia, dia adalah dirimu sendiri. Sebab tidak ada orang lain yang bisa membawamu hidup bahagia, selain dirimu dengan integritas diri yang kau miliki.”

Bukankah sering kali kita tidak menyadari bahwa semua permasalahan hidup sebenarnya kita sendirilah yang paling bertanggung jawab? Ya, kita sering tidak memiliki integritas diri yang sungguh-sungguh, sampai-sampai kita mudah sekali diombang-ambingkan oleh keadaan di sekitar kita.

Kita sering berlaku seperti orang-orang yang tidak berpengalaman, tetapi terus saja hidup dalam keadaan tak berpengalaman tersebut.

Oleh karena itu, kita harus memiliki integritas diri yang luar biasa, yaitu senantiasa hidup dalam hikmat Tuhan, sehingga kita mampu menghadapi segala permasalahan hidup ini, dan pada akhirnya hidup kita menjadi bahagia. —Pdt. David Nugrahaning Widi

Integritas diri tidak berasal dari faktor eksternal, melainkan internal, dari dalam diri kita sendiri.

* * *

Sumber: KristusHidup.org, 27/12/2012 (diedit seperlunya)

==========

Artikel Terbaru Blog Ini