08 Februari 2013

Sayap Rajawali

Di wilayah pegunungan Palestina hidup beberapa jenis burung rajawali. Ada rajawali biasa – spesies yang lazim. Ada rajawali emas dengan bulu berkilau. Ada pula rajawali tutul atau berbintik. Dan hidup juga rajawali pemangsa reptil.

Namun yang pasti, semua jenis burung rajawali suka terbang di ketinggian di mana angin berembus kencang. Maka, tak heran rajawali punya sayap yang kuat. Pada sayap itu terletak kekuatan rajawali.

burung rajawali

Akan tetapi, sayap rajawali tidak tiba-tiba menjadi kuat. Ada ceritanya.

Sejak kecil burung ini memang terlatih untuk terbang tinggi. Sang induk selalu menaruh sarangnya di tempat yang tinggi. Lalu jika sudah tiba saatnya, ia akan membongkar sarang itu, sehingga anak-anaknya "terjun bebas" di udara.

Mereka dipaksa untuk belajar terbang di tengah empasan angin kencang. Sementara sang induk melayang-layang di atas, sembari menjaga.

Jika mereka tidak mampu terbang lagi, sang induk akan melesat ke bawah untuk menopang mereka di atas kepak sayapnya. Seperti itulah Tuhan melatih umat-Nya, agar bertumbuh kuat dan dewasa dalam iman.

Acap kali orang hanya menaruh perhatian pada pertambahan. Tambah usia, gaji, pangkat, kekayaan, popularitas. Namun, mengabaikan pertumbuhan – tumbuh dalam iman dan kedewasaan. Padahal itulah yang menjadi perhatian Tuhan.

Tuhan mau kita bertumbuh. Bagai induk rajawali, Dia melatih kita di tengah empasan "angin" kesukaran dan tantangan hidup. Sebab, iman tidak tumbuh dalam kemudahan hidup, tetapi sebaliknya.

Dan, ketika Tuhan mengizinkan kesukaran terjadi, Dia tetap mengawasi sembari melatih iman kita agar bertumbuh. —PAD

Melalui kesukaran hidup, Tuhan melatih kita menjadi kuat dan siap dipakai-Nya untuk menjadi berkat.

* * *

Sumber: e-RH, 15/4/2011 (diedit seperlunya)

==========

Artikel Terbaru Blog Ini