04 Februari 2013

Kesempatan Kedua

Siapa yang tidak kenal penemu kenamaan Amerika, Thomas Alva Edison? Secara keseluruhan Edison telah menghasilkan 1.039 hak paten. Tentu itu merupakan prestasi luar biasa. Tetapi, ada sisi kemanusiaan yang menyentuh hati, yang unik, yang luput dari perhatian banyak orang.

Dikisahkan ketika itu Edison berada di tengah 12.000 percobaannya untuk mengembangkan bola lampu listrik. Ia menyerahkan sebuah bola lampu yang sudah rampung kepada seorang asistennya yang masih muda.

Pemuda itu membawanya dengan sangat hati-hati menaiki tangga langkah demi langkah. Sayang, pada langkah terakhir, bola lampu itu terjatuh dari tangannya dan pecah.

Bisa dibayangkan bagaimana kecewanya Edison pada waktu itu. Seluruh tim harus bekerja 24 jam lagi untuk membuat satu bola lampu yang baru.

Ketika bola lampu yang baru telah selesai dibuat, Edison memandang sekeliling dan sekali lagi ia menyerahkan bola lampu yang baru selesai dibuat itu kepada pemuda yang sama.

Edison tahu bahwa ada nilai yang dipertaruhkan lebih daripada sekadar bola lampu, yakni kepercayaan. Ya, Edison tetap memberikan kepercayaan kepada pemuda itu dengan memberinya kesempatan kedua.


Beranikah kita seperti Edison untuk memberi kesempatan kedua kepada anggota keluarga, sahabat, rekan kerja, bawahan, atasan kita setelah mereka melakukan suatu kekeliruan atau kesalahan?

Beranikah kita juga memberi kesempatan kedua kepada diri sendiri setelah kita jatuh, melakukan kesalahan, tidak berhasil di tahun yang lalu?

Jika kita melihat perjalanan hidup kita selama ini, bukankah Tuhan juga memberi kita kesempatan, tidak hanya sekali dua kali, tetapi berkali-kali? Sudahkah kita menggunakan kesempatan itu dengan sebaik-baiknya?

Akan ada saatnya, kesempatan itu tidak akan pernah datang lagi. Jadi, mari gunakan kesempatan yang ada selagi bisa. —Liana Poedjihastuti

If you’re lucky enough to get a second chance at something, don’t waste it. ~Unknown Quotes

* * *

Sumber: KristusHidup.org, 4/2/2013 (diedit seperlunya)

==========

Artikel Terbaru Blog Ini