12 Mei 2013

Wes Moore

Pada Desember 2000, surat kabar Baltimore Sun memuat berita tentang Wes Moore, siswa teladan penerima beasiswa Rhodes.

Uniknya, dalam koran yang sama, termuat pula berita lain tentang anak-anak muda yang menjadi buronan karena membunuh polisi. Dan, salah satu pemuda pembunuh itu juga bernama Wes Moore; sama namanya, tetapi beda orangnya.

Kini Wes Moore yang pertama terus berprestasi di masyarakat dan menjadi pemimpin bisnis yang berhasil. Tragisnya, Wes Moore yang kedua kini menjalani hukuman seumur hidup karena kejahatannya.

Nama dua orang ini persis sama. Mereka berasal dari kota yang sama, lingkungan yang sama kerasnya, dan sama-sama kehilangan ayah sejak kecil.

Wes Moore yang pertama (kiri), dan Wes Moore yang kedua (kanan, dipotret di penjara).

Dua kehidupan yang sangat mirip ketika muda, tetapi bisa sangat berbeda di masa depan. Ini karena keluarga Wes Moore yang pertama berusaha memilihkan "jalan kehidupan" baginya.

Kakek neneknya merelakan rumah mereka dijual agar Moore dapat disekolahkan di sekolah militer yang mengasah karakter dan kepribadiannya.

Tragedi dalam kehidupan bisa terjadi ketika orang mengabaikan hikmat dari Tuhan tentang bagaimana menjalani hidup. Yakni ketika orang "berpaling dan tidak mau mendengar" Tuhan, bahkan "mau disesatkan" untuk mengikut jalan yang di luar kehendak Tuhan.

Dalam hidup ini ada dua pilihan besar yang harus diputuskan: kehidupan dan keberuntungan, atau kematian dan kecelakaan (Ulangan 30:15).

Orang yang memilih untuk mengasihi Tuhan dan hidup menurut jalan-Nya, sudah jelas masa depannya: "supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu" (Ulangan 30:19). Mari memilih jalan kehidupan! —AW

Hidup manusia tidak bergantung pada nasib, tetapi pada pilihannya untuk berpaut kepada Tuhan atau tidak.

* * *

Sumber: e-RH, 27/9/2011

(diedit seperlunya)

==========

Artikel Terbaru Blog Ini