10 Juni 2010

Kebiasaan Memuji Diri

Untuk membangun keberanian dan rasa percaya diri dibutuhkan self-esteem atau sikap menghargai diri sendiri. Dengan kata lain, self-esteem adalah memandang diri kita berharga dan memiliki keistimewaan.

Namun demikian, self-esteem yang berlebihan menyebabkan seseorang menjadi pribadi yang sombong dan meremehkan orang lain.

Salah satu ciri self-esteem yang terlalu berlebihan adalah kebiasaan memuji diri atas prestasi, karakter, kondisi fisik, dan kebaikan yang sudah dilakukan tanpa ada lagi perasaan risih dan malu.

Dalam kehidupan sehari-hari kita akan menemukan orang-orang yang demikian. Mereka memiliki dorongan yang begitu kuat di dalam dirinya untuk membanggakan diri dan memberitahukan kepada orang lain mengenai kelebihan-kelebihannya.

Sebuah kalimat bijak berkata, “Biarlah orang lain memuji engkau dan bukan mulutmu, orang yang tidak kaukenal dan bukan bibirmu sendiri.” (Amsal 27:2)

Paling tidak ada tiga alasan yang menyebabkan seseorang suka memuji diri sendiri:

Pertama, merasa begitu hebat.
Orang yang suka memuji diri merasa bahwa dia sudah melakukan atau mencapai apa yang orang lain tidak bisa lakukan. Ini tak lain adalah wujud kesombongan. Berhati-hatilah jika kita mulai merasa hebat, karena kesombongan akan berakhir dengan kehancuran.

Kesombongan membuat seseorang tidak bisa menilai sesuatu secara objektif, apalagi di dalam menilai diri sendiri kita memang cenderung untuk memberikan penilaian yang subjektif; bukan lagi berdasarkan kenyataan yang sesungguhnya, tetapi berdasarkan pandangan dan perasaan sendiri.

Ini berbahaya, karena kita tidak tahu keadaan kita yang sesungguhnya. Kita menyangka diri hebat, padahal tidak ada apa-apanya.

Kedua, mencari pengakuan.
Orang yang suka memuji diri sebenarnya menyimpan masalah di dalam dirinya, yaitu perasaan kurang mendapat pengakuan. Oleh karena itu, ia memuji diri dan menceritakan kelebihan-kelebihan dan kesuksesannya, agar diakui.

Sebenarnya pengakuan tidak datang melalui usaha memuji diri dan menceritakan kehebatan kita. Pengakuan itu akan datang dengan sendirinya ketika kita melakukan segala sesuatu dengan tulus disertai kerja keras. Maka, tanpa kita menceritakan apa-apa, pengakuan itu akan datang.

Ketiga, meremehkan orang lain.
Ketika memuji diri, sebenarnya kita sedang mengatakan kepada orang lain, “Lihat saya dong, tidak seperti kamu,” atau “Saya lebih hebat dari kamu,” “Kamu tidak ada apa-apanya.”

Bukankah tidak jarang kita memuji diri sendiri dengan maksud untuk membuat orang lain merasa tidak berarti? Kita menjatuhkan keyakinan diri mereka dengan mengatakan bahwa kita lebih baik dari mereka.

. . .
Memang kita harus memiliki self-esteem, tapi janganlah memuji diri. Anda tahu betapa keji dosa kesombongan yang ada di balik kebiasaan memuji diri.

-----

Kata-kata bijak:
Jika anda ingin orang lain memuji anda, jangan pernah memuji diri sendiri.

* * *

Sumber: Manna Sorgawi, 10 Juni 2010 (diedit seperlunya)

Di-online-kan oleh Paulus Herlambang.

==========

Artikel Terbaru Blog Ini