22 Januari 2013

Ketidaksabaran adalah Tanda Kebodohan

Dalam sebuah penerbangan Jakarta - Medan, ketika roda pesawat baru saja menyentuh landasan, seorang ibu dan anak remajanya berjalan tergesa-gesa meninggalkan kursi menuju pintu pesawat.

Petugas kabin segera berlari menegur mereka, menyuruh duduk kembali, serta mengumumkan agar semua penumpang tidak beranjak sebelum pesawat berhenti sempurna.

Para penumpang menyoraki ibu dan anak itu, serta melemparkan berbagai kata-kata pedas khas Medan. Tindakan itu jelas membahayakan diri mereka dan dapat mengganggu penumpang lain.


Kesabaran memang semakin langka pada zaman serba instan ini. Teknologi dapat membuat segala sesuatu jadi cepat dan praktis. Hal ini memengaruhi juga sikap kita kepada orang lain dan kepada Tuhan.

Banyak orang menganut slogan "Siapa cepat, dia dapat" atau "Waktu adalah uang". Tidak mengherankan, kita hidup dalam dunia yang serba tergesa-gesa.

Ketidaksabaran merupakan sebuah tanda kebodohan. Kebodohan dapat mengakibatkan berbagai hal buruk.

Sebaliknya, kesabaran dapat mencegah kesalahan besar. Sabar berarti tetap tenang dan tabah menghadapi sesuatu atau seseorang. Sifat sabar dikembangkan melalui sebuah proses yang panjang.

Sabar bukan berarti pasif dan acuh tak acuh, melainkan memberi kesempatan lebih banyak kepada diri sendiri untuk menelaah dan menyiapkan tindakan terbaik dalam situasi apa pun. Marilah belajar untuk bersabar. —HEM

Kesabaran pada mulanya mungkin tampak lamban, namun pada akhirnya akan mendatangkan keamanan.

* * *

Sumber: e-RH, 21/1/2013 (diedit seperlunya)

Judul asli: Tanda Kebodohan

==========

Artikel Terbaru Blog Ini