27 Maret 2010

Rahasia Sukses dalam Karier

Pagi itu diadakan sebuah acara pembekalan terhadap para karyawan yunior. Pertemuan tersebut membahas topik mengenai “komitmen”. Ketika diberikan kesempatan kepada peserta untuk memberikan tanggapan, tidak sedikit yang mengeluhkan sikap para senior atau pimpinan mereka yang berlaku keras terhadap para bawahannya.

Mereka berkata, “Bagaimana saya bisa menunjukkan komitmen dan kesetiaan sementara saya diperlakukan secara tidak adil?” “Saya merasa sangat tertekan karena dituntut untuk berkomitmen penuh, sementara atasan saya bersantai-santai,” sambung yang lain.

“Memang susah ya jadi bawahan, kita tidak bisa leluasa. Setiap kali saya mengemukakan ide, selalu saja dihentikan oleh atasan saya. Ingin rasanya saya berontak dan sekaligus keluar dari pekerjaan saya,” timpal yang lain. Pertemuan semakin ramai dan menjadi ajang untuk menumpahkan kekesalan terhadap atasan.

Setelah cukup banyak orang yang berkomentar, salah seorang peserta mulai angkat bicara, “Kita tidak akan pernah menjadi pemimpin yang baik jika kita tidak belajar menjadi bawahan yang baik.”

Ada pula peserta lain yang menambahkan secara panjang lebar bahwa dalam sebuah organisasi di mana masing-masing orang mengembangkan karier, ada tahap-tahap yang harus dilalui dengan setia.

Ketika anda sedang menjadi bawahan, jadilah bawahan yang taat kepada orang yang berwenang di atas anda. Semua itu merupakan proses yang harus dilalui. Bagaimanapun sakitnya sebuah pembentukan, itu akan memberikan pelajaran penting yang kelak akan membawa anda ke jenjang yang lebih tinggi.

Mengapa anda kesal, marah dan berontak, itu karena anda jarang sekali memandang tekanan yang anda alami dari sisi pembentukan Tuhan. Anda benci kepada atasan atau siapa pun yang berlaku keras dan anda berpikir bahwa mereka keterlaluan.

Tetapi pernahkah anda berpikir bahwa dalam kondisi seperti itu sebenarnya anda tidak sedang berurusan dengan orang tersebut, melainkan dengan Tuhan? Tuhan sering memakai orang lain seperti: atasan, rekan kerja, rohaniwan, guru ataupun orangtua untuk mengikis kesombongan anda dan mengajarkan kesabaran, keuletan serta kerendahan hati.

Dengan melihat masalah dari sisi yang berbeda, anda akan lebih bisa bersabar dan tekun menjalani pembentukan yang Tuhan kerjakan dalam hidup anda. Pada saat masih menjadi bawahan, jadilah bawahan yang baik dan taat. Jangan lewatkan setiap tahapan proses dengan sungut-sungut, kebencian dan pemberontakan, karena jika demikian berarti anda kalah dan kehilangan satu pelajaran berharga.

Pada saatnya nanti, ketika Tuhan memandang bahwa anda sudah layak naik ke jenjang yang lebih tinggi, maka tak ada seorang pun yang dapat menghalangi. Juga tak ada seorang pun yang berkuasa merendahkan ketika Tuhan berkehendak mengangkat anda. Sebab itu jadilah taat dan rendah hati!

-----

Doa:
Tuhan, beriku kesabaran untuk menjalani setiap proses dalam hidupku. Terima kasih untuk orang-orang yang Engkau pakai untuk membentukku.

Kata-kata bijak:
Ketika ada orang yang membuat anda jengkel, sesungguhnya anda sedang dalam pembentukan Tuhan.

* * *

Sumber: Manna Sorgawi, 27 Maret 2010 (diedit seperlunya)

Di-online-kan oleh Paulus Herlambang.

=======

Artikel Terbaru Blog Ini