09 Maret 2010

Jangan Lewatkan Kesempatan-kesempatan Kecil

Di pinggir sebuah hutan, tinggallah seorang pemburu dengan istrinya. Sementara itu, anak satu-satunya yang sudah menginjak remaja tinggal di kota bersama pamannya untuk bersekolah.

Suatu hari si pemburu mendengar berita bahwa hari Minggu anaknya akan pulang membawa serta lima orang temannya.

“Wah, besok aku harus berburu rusa di hutan supaya anakku dan teman-temannya bisa makan daging rusa sepuasnya, bahkan bisa membawa tanduk rusa itu untuk diperlihatkan kepada orang-orang kota,” demikian pikir si pemburu.

Sabtu pagi, si pemburu berangkat ke hutan dengan membawa panah dan tombak. Dalam perjalanan, dia terus berharap bisa membawa hasil buruan yang diinginkannya, yaitu seekor rusa. Dia tidak membawa anjing pelacak atau jaring penjerat. Cara berburunya adalah dengan menunggu di balik sebatang pohon yang memang sering dilalui oleh binatang-binatang buruan.

Sesampainya di tengah hutan, dia mulai mempraktikkan cara berburu yang sederhana itu. Tidak lama dia menunggu, seekor kelelawar besar kesiangan terbang hinggap di atas pohon kecil tepat di depannya. Sebenarnya dengan satu kali ayunan tombaknya, dia pasti bisa mendapatkan kelelawar tersebut. Tetapi si pemburu berkata, “Untuk apa merepotkan diri dengan seekor kelelawar? Apa artinya dibanding dengan seekor rusa besar?”

Tidak lama setelah itu, seekor kelinci pun lewat. Kelinci itu sempat berhenti di depannya. Sekali lagi si pemburu mengabaikannya, “Hanya seekor kelinci.” Demikian juga ketika ada seekor kancil. Bahkan ketika ada seekor kambing hutan, si pemburu pun berkata, “Ah, kambing, tanduknya tidak indah. Biarkan saja.”

Lama si pemburu menunggu datangnya rusa yang dia inginkan, tetapi tak kunjung datang. Lima jam dia sudah menanti. Karena kelelahan, si pemburu pun tertidur. Menjelang sore, seekor rusa yang ditunggu akhirnya datang juga. Tetapi si pemburu belum juga bangun dari tidurnya.

Dia baru sadar ketika merasakan injakan kaki rusa dan spontan berteriak, “Rusa!” Maka rusa itu pun langsung lari sebelum si pemburu sempat membidikkan tombak atau panahnya. Akhirnya si pemburu pulang tanpa membawa hasil apa-apa.

Mempunyai angan-angan yang tinggi tidaklah salah, tetapi untuk mencapainya tetap harus melalui perjuangan. Sering kali kita melewatkan kesempatan-kesempatan kecil yang berguna sebagai latihan untuk mencapai hal yang lebih besar.

Untuk itu, mari kita gunakan setiap kesempatan yang ada untuk menunjang kesuksesan pencapaian cita-cita kita. Jangan enggan belajar, karena keberhasilan yang sejati tidak ada yang instan.

* * *

Sumber: Manna Sorgawi, 9 Maret 2010 (diedit seperlunya)

Di-online-kan oleh Paulus Herlambang.

=======

Artikel Terbaru Blog Ini