<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1082037569200053243</id><updated>2011-11-23T01:38:13.633+07:00</updated><title type='text'>Pengembangan Diri</title><subtitle type='html'>Kembangkan Diri hingga Mencapai Potensi Maksimal</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kembangkandiri.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kembangkandiri.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Paulus Herlambang</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ShLybJ76fZ0/Shtg4EFrYAI/AAAAAAAAAGQ/Rsy5fDs0_1w/S220/Paulus.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>41</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1082037569200053243.post-4190387287928455064</id><published>2011-02-21T12:29:00.005+07:00</published><updated>2011-02-21T12:37:07.960+07:00</updated><title type='text'>Hingga Satu Senar</title><content type='html'>Suatu ketika, Niccolo Paganini berencana untuk mengadakan konser yang tak terlupakan. Ia mempersiapkan diri dengan baik dan memilih 10 lagu yang akan dimainkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5576011360089179586" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 208px; CURSOR: hand; HEIGHT: 242px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/-G8mzsBzZ0Ec/TWH4yf2ohcI/AAAAAAAAAJM/U9e1lGN7alQ/s320/Niccolo%2BPaganini.jpg" border="0" /&gt; &lt;div align="center"&gt;(Niccolo Paganini) &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Pada malam konser, ia memainkan lagu-lagu itu satu per satu. Penonton sangat menikmati permainan Paganini. Banyak yang tersenyum bahagia dan ada yang terharu; emosi mereka mengalir seiring dengan tema musik yang dimainkan oleh sang maestro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sebelum lagu kesepuluh selesai dimainkan, tiba-tiba satu dari senar biolanya putus. Melihat itu para penonton berdiri, bertepuk tangan sambil berseru bahwa mereka akan menunggu Paganini mengganti senarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Paganini menjawab, “Paganini dengan 3 senar biola.” Dia pun melanjutkan lagu terakhirnya dengan 3 senar. Tanpa diduga senarnya kembali terputus, kini yang tersisa 2 senar saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Paganini dengan 2 senar biola,” kata maestro itu tenang. Dengan 2 senar biola pun Paganini masih bisa memainkan lagunya dengan baik. Namun tragisnya sebelum lagu terakhir itu selesai, senar yang ketiga putus. Kini yang tersisa hanya satu senar saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Petaka apa ini?” pikir Paganini. Kali ini penonton terdiam sesaat, kemudian mereka bertepuk tangan secara perlahan. Mereka terus memberi dukungan pada Paganini, bahkan ada yang berseru agar ia mengganti biolanya. Mereka memaklumi situasi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun apa reaksi Paganini? “Paganini dengan 1 senar biola,” katanya. Paganini tahu itu sulit, tapi ia terus meyakinkan dirinya untuk menampilkan pertunjukan yang tak akan terlupakan. Ia fokus pada tujuan yang sudah ditetapkannya dari awal, membuat konser yang tak terlupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan susah payah ia mencoba memperdengarkan alunan musik nan indah hanya dengan 1 senar saja, dan dia berhasil. Mengapa? Karena ia tidak fokus pada putusnya 3 senar biolanya, tapi pada tujuan utama yang sudah ditetapkannya, &lt;em&gt;unforgettable concert!&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Walau banyak hambatan yang mencoba menghalangi, namun kefokusan pada tujuan awal membuat seseorang berhasil. Ada 2 sikap yang harus kita tanamkan agar bisa tetap fokus pada tujuan awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Pertama&lt;/em&gt;, tetap tenang ketika hambatan / masalah datang.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Jarang orang memiliki ketenangan dan penguasaan diri yang besar, padahal sikap ini sangat membantu kita untuk berpikir mencari solusi bagi masalah yang sedang kita hadapi sehingga membuat tujuan kita tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kedua&lt;/em&gt;, mencoba melihat suatu masalah dari sudut pandang yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Keluarlah dari kotak berpikir yang biasa dan latihlah diri untuk berpikir di luar kotak (&lt;em&gt;think out of the box&lt;/em&gt;). Artinya berpikirlah secara kreatif! Dengan berpikir kreatif kita akan selalu memiliki solusi dan cara pandang yang berbeda terhadap suatu masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Manna Sorgawi, 21 Februari 2011 (diedit seperlunya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di-&lt;em&gt;online&lt;/em&gt;-kan oleh Paulus Herlambang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==========&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1082037569200053243-4190387287928455064?l=kembangkandiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/4190387287928455064'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/4190387287928455064'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kembangkandiri.blogspot.com/2011/02/hingga-satu-senar.html' title='Hingga Satu Senar'/><author><name>Paulus Herlambang</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ShLybJ76fZ0/Shtg4EFrYAI/AAAAAAAAAGQ/Rsy5fDs0_1w/S220/Paulus.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-G8mzsBzZ0Ec/TWH4yf2ohcI/AAAAAAAAAJM/U9e1lGN7alQ/s72-c/Niccolo%2BPaganini.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1082037569200053243.post-3224206342485448225</id><published>2011-02-17T10:30:00.003+07:00</published><updated>2011-02-17T10:35:41.260+07:00</updated><title type='text'>Gambaran Pemimpin</title><content type='html'>John Maxwell, pakar kepemimpinan, dalam salah satu tulisannya mendefinisikan seorang pemimpin dalam empat gambaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5574496704340599762" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 160px; CURSOR: hand; HEIGHT: 160px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/-XpBvrZ1xDAI/TVyXN7fOo9I/AAAAAAAAAIw/3ntWP3DQhYY/s320/John%2BMaxwell.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Gambaran pertama&lt;/em&gt; adalah sebagai &lt;strong&gt;tuan rumah&lt;/strong&gt;. Seorang tuan rumah yang baik adalah orang yang mengambil inisiatif dan bisa membuat orang lain merasa nyaman. Ia akan melakukan apa saja agar si tamu betah dan ingin berkunjung kembali ke rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, sebagai pemimpin kita perlu belajar menjadi tuan rumah dalam hubungan dengan sesama. Coba periksa, apakah keberadaan anda membuat tamu yang dalam hal ini adalah bawahan, rekan kerja, pelanggan atau siapa pun merasa senang berada di dekat kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Gambaran kedua&lt;/em&gt; adalah sebagai &lt;strong&gt;dokter&lt;/strong&gt;. Dokter yang baik pasti suka bertanya. Mereka juga selalu mengecek untuk melihat kebutuhan pasiennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pemimpin, apakah kita tahu kebutuhan bawahan kita? Tahukah kita “penyakit” dan kondisi organisasi kita? Bertanyalah dulu agar kita bisa benar-benar tahu kebutuhan mereka. Jangan pernah memberikan resep sebelum melakukan diagnosis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat organisasi, tim atau perusahaan mulai terlihat kurang sehat, tugas pemimpin adalah melakukan pendekatan yang baik, sehingga mereka dapat terbuka dan sama-sama mencari solusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Yang ketiga&lt;/em&gt; adalah sebagai &lt;strong&gt;konselor&lt;/strong&gt;. Konselor yang baik adalah yang aktif menjadi pendengar dan bisa menerjemahkan apa yang mereka dengar. Tidak hanya mendengar tapi juga memberi solusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan &lt;em&gt;gambaran keempat&lt;/em&gt; adalah sebagai &lt;strong&gt;pemandu wisata&lt;/strong&gt;. Seorang pemandu atau guide tentu tidak hanya bertugas menemani, tapi juga membawa timnya kepada tujuan. Percuma jika tim kita harmonis dan semua anggota nyaman, tapi tujuan tidak tercapai. Demikian juga sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap orang ingin sukses, ingin mengalami hidup yang lebih baik, dan tugas pemimpin adalah membantu mencapai tujuan bersama itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;Standar terbaik untuk mengukur keberhasilan seorang pemimpin adalah dengan menghitung jumlah orang yang telah dibuat bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah pemimpin yang dapat membuat orang lain nyaman, yang peka, dapat menjadi pendengar yang aktif, dan tentu saja yang bisa menolong orang-orang meraih impiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JADILAH PEMIMPIN YANG MELAYANI, DAN BANTULAH ORANG LAIN MENCAPAI TUJUAN MEREKA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Spirit Motivator, 17 Februari 2011 (diedit sedikit)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di-&lt;em&gt;online&lt;/em&gt;-kan oleh Paulus Herlambang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==========&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1082037569200053243-3224206342485448225?l=kembangkandiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/3224206342485448225'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/3224206342485448225'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kembangkandiri.blogspot.com/2011/02/gambaran-pemimpin.html' title='Gambaran Pemimpin'/><author><name>Paulus Herlambang</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ShLybJ76fZ0/Shtg4EFrYAI/AAAAAAAAAGQ/Rsy5fDs0_1w/S220/Paulus.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-XpBvrZ1xDAI/TVyXN7fOo9I/AAAAAAAAAIw/3ntWP3DQhYY/s72-c/John%2BMaxwell.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1082037569200053243.post-142306613383278516</id><published>2011-02-16T10:22:00.002+07:00</published><updated>2011-02-16T10:25:15.992+07:00</updated><title type='text'>Pengkritik</title><content type='html'>Walt Disney adalah salah satu raksasa entertainment terbesar di dunia. Apakah perjalanannya menuju sukses berlangsung mulus? Tidak selalu. Disney harus bertemu banyak pengkritik yang berusaha membunuh impiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gagasan tentang tikus kartun pada zaman itu sangat konyol. Tak heran Disney harus menelan banyak kritik, sindiran, hinaan. Namun kini, anak-anak di seluruh dunia harus berterima kasih kepadanya karena berhasil mempertahankan impian dan tetap berusaha mewujudkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5574122938111033298" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 201px; CURSOR: hand; HEIGHT: 251px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/-_-B4s1Q7H78/TVtDR3x2_9I/AAAAAAAAAIo/Eqco3u355PQ/s320/Walt%2BDisney.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;Pengkritik tak memandang orang. Tak peduli betapa kerasnya Anda bekerja. Tak peduli betapa hebatnya gagasan Anda. Tak peduli betapa luar biasanya bakat dan kemampuan Anda. Tak peduli Anda sosok yang sempurna. Anda tetap menjadi sasaran kritik. Tak seorang pun bebas dari kritik. Semua dihadapkan pada pilihan: membiarkan kritik membunuh impiannya atau memilih mempertahankan impian itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, para pengkritik ada di mana-mana. Kita tak dapat lepas dari pengkritik. Solusi terbaik adalah menghadapi semua kritikan itu dengan jiwa besar dan tidak membiarkan kritikan itu membunuh semua impian kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Anda sedang menuai sorotan serta kritikan tajam? Mungkinkah semangat Anda meredup atau bahkan hampir mati karenanya? Bersemangatlah kembali dan raih lagi impian Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KRITIK TAK SELALU DATANG UNTUK MENYERANG, TETAPI AGAR KITA LEBIH TAHU APA ARTINYA BERJUANG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Renungan Harian, 16 Februari 2011 (diedit seperlunya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibagikan oleh Paulus Herlambang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==========&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1082037569200053243-142306613383278516?l=kembangkandiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/142306613383278516'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/142306613383278516'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kembangkandiri.blogspot.com/2011/02/pengkritik.html' title='Pengkritik'/><author><name>Paulus Herlambang</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ShLybJ76fZ0/Shtg4EFrYAI/AAAAAAAAAGQ/Rsy5fDs0_1w/S220/Paulus.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-_-B4s1Q7H78/TVtDR3x2_9I/AAAAAAAAAIo/Eqco3u355PQ/s72-c/Walt%2BDisney.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1082037569200053243.post-7533244899937224744</id><published>2011-01-27T10:06:00.002+07:00</published><updated>2011-01-27T10:10:51.061+07:00</updated><title type='text'>3P</title><content type='html'>Meski Bill Porter terlahir sebagai penderita &lt;em&gt;celebral palsy&lt;/em&gt;, tangan kanan cacat, berjalan pincang, dan tidak dapat berbicara dengan lancar, ia tidak pernah memiliki rasa minder dan merasa tidak berguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasih sayang dan motivasi sang ibu telah membentuk anak ini menjadi pemuda yang memiliki ketekunan, kesabaran, dan semangat tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5566697037603445490" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 222px; CURSOR: hand; HEIGHT: 227px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_ShLybJ76fZ0/TUDhdkqSmvI/AAAAAAAAAH8/CydWFhGNA9M/s320/Bill%2BPorter%2B2.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya, meskipun tumbuh sebagai pemuda yang cacat dan selalu mengeluarkan air liur saat berbicara, Bill membuktikan bahwa semua keterbatasannya tidak dapat menghalanginya untuk mencapai sukses sama seperti orang normal lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya orang normal lainnya, di dalam meniti karir tidak ada jalan pintas atau kemudahan bagi Bill. Tantangan-tantangan seperti cemoohan, penolakan, kritik, dan kerasnya persaingan tetap dialami Bill. Namun, semua itu dijalaninya dengan senang hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malah sewaktu dirawat di rumah sakit, Bill sempat-sempatnya menawarkan produknya kepada pasien di sebelahnya. Dan jika ada konsumen yang memberinya hadiah sebagai bentuk iba atas kondisinya, Bill bahkan berujar, “Saya ini salesman, bukan pengemis yang sedang meminta belas kasihan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari situ akhirnya Bill berhasil menjadi pemasar sukses, dan mendapat penghargaan sebagai ‘The Best Salesman of the Year’ dari &lt;em&gt;The Watkins&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;The National Council on Communicative Disorder&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah anda apa rahasianya, mengapa Bill bisa sedahsyat itu? Jawabannya adalah 3P, yaitu PASSION (semangat), PATIENCE (kesabaran), PERSISTENCE (keuletan). Tanpa 3 hal tersebut, rasanya mustahil Bill bisa meraih sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sekarang kita pun demikian! Anda dan saya juga bisa sesukses atau bahkan lebih hebat dari Bill jika kita memiliki 3P di atas. Jika kita sudah terbiasa memilikinya sejak kecil, maka kesuksesan berada dekat sekali dengan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya, bagaimana kalau kita tidak terdidik seperti Bill sejak kecil? Jangan menyerah dulu. Kita tetap dapat memilikinya sekarang. Caranya: biasakan diri anda selalu melakukan 3P. Mungkin butuh waktu yang lama untuk mendapatkannya. Tapi, percayalah, pasti ada hasil yang akan anda peroleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Hikmat Profesi, 27 Januari 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di-&lt;em&gt;online&lt;/em&gt;-kan oleh Paulus Herlambang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==========&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1082037569200053243-7533244899937224744?l=kembangkandiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/7533244899937224744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/7533244899937224744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kembangkandiri.blogspot.com/2011/01/3p.html' title='3P'/><author><name>Paulus Herlambang</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ShLybJ76fZ0/Shtg4EFrYAI/AAAAAAAAAGQ/Rsy5fDs0_1w/S220/Paulus.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ShLybJ76fZ0/TUDhdkqSmvI/AAAAAAAAAH8/CydWFhGNA9M/s72-c/Bill%2BPorter%2B2.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1082037569200053243.post-7468759945862503116</id><published>2011-01-24T08:59:00.002+07:00</published><updated>2011-01-24T09:04:04.445+07:00</updated><title type='text'>Katak</title><content type='html'>Di rumah-rumah orang Meksiko, hampir selalu ada patung hias berbentuk katak. Katak melambangkan cara pandang terhadap kehidupan, yang disukai dan dianut oleh kebanyakan orang Meksiko. Yakni bahwa katak senantiasa melompat maju. Tak pernah melompat mundur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5565566679360866386" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 270px; CURSOR: hand; HEIGHT: 187px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_ShLybJ76fZ0/TTzdaEEOCFI/AAAAAAAAAHs/Jw-LFyKiiBc/s320/katak.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Begitulah semestinya orang menjalani kehidupan. Harus bergerak ke masa depan, tak terus melongok atau berhenti pada masa silam. Berpengharapan dan meraih kesempatan yang ada di depan. Tidak mengubur diri dalam penyesalan atas apa yang sudah lewat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus melangkah dan menatap ke depan memang tak mudah. Terlalu banyak masalah kehidupan yang seolah-olah ingin memaksa kita berhenti. Kita bisa saja terus berkubang dalam kolam kegagalan, kesulitan, dan penyesalan yang melumpuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah simbol katak. Yang lalu biarlah berlalu. Berdamailah dengan masa silam. Raihlah tujuan masa depan. Bersama Tuhan, buatlah satu langkah maju hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: e-RH, 24 Januari 2011 (dipersingkat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibagikan oleh Paulus Herlambang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==========&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1082037569200053243-7468759945862503116?l=kembangkandiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/7468759945862503116'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/7468759945862503116'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kembangkandiri.blogspot.com/2011/01/katak.html' title='Katak'/><author><name>Paulus Herlambang</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ShLybJ76fZ0/Shtg4EFrYAI/AAAAAAAAAGQ/Rsy5fDs0_1w/S220/Paulus.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ShLybJ76fZ0/TTzdaEEOCFI/AAAAAAAAAHs/Jw-LFyKiiBc/s72-c/katak.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1082037569200053243.post-676082436850420898</id><published>2011-01-22T18:31:00.006+07:00</published><updated>2011-01-22T18:47:04.166+07:00</updated><title type='text'>The Power of Word</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;Berawal dari permintaan untuk memberikan penjelasan ilmiah atas riset yang menyebutkan: “apabila air diberi kata-kata positif, air tersebut akan mengkristal dengan ‘&lt;strong&gt;cantik sekali&lt;/strong&gt;’, tetapi akan terjadi sebaliknya apabila air tadi diberi kata-kata yang negatif”, Masaru Emoto yang tidak mampu memberikan penjelasannya, tertantang dan kemudian &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_ShLybJ76fZ0/TTrA8UJuVvI/AAAAAAAAAHM/3Ogh46PXNGU/s1600/kristal%2Bair.jpg"&gt;&lt;/a&gt;melakukan riset sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5564974926843328642" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 241px; CURSOR: hand; HEIGHT: 209px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_ShLybJ76fZ0/TTrDNiJzuII/AAAAAAAAAHk/VCPpNZQJF-g/s320/kristal%2Bair.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dalam risetnya kala itu, Emoto menggunakan contoh: Toples A dan Toples B yang telah diisi nasi. Kemudian pada masing-masing toples tadi diberi tulisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toples A diberi tulisan kata-kata positif, seperti: “terima kasih, kamu pintar, baik, &lt;em&gt;I Love U&lt;/em&gt;, aku sayang kamu, atau kamu baik dan cantik. Dan Toples B diberi kata-kata negatif, seperti: “kamu bodoh, jelek, jahat”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5564973590419709042" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 260px; CURSOR: hand; HEIGHT: 194px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_ShLybJ76fZ0/TTrB_vllnHI/AAAAAAAAAHU/RUmvqlYSlEo/s320/the%2Bpower%2Bof%2Bword.jpg" border="0" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setelah ditempel kata-kata tersebut, setiap hari seluruh anggota keluarga berkata sesuai dengan kata-kata tadi kepada nasi di Toples A dan Toples B.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya, dalam 2 minggu nasi dalam Toples B membusuk dan hitam. Tetapi untuk Toples A, nasi yang sudah tersimpan selama 3 minggu masih dalam keadaan putih meski sudah menjamur. Namun, ragi jamur tadi baunya wangi seperti &lt;em&gt;Wine&lt;/em&gt;, tidak berbau busuk seperti pada Toples B.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lengkap mengenai penjelasan Masaru Emoto atas riset tersebut dapat anda baca dalam bukunya “&lt;em&gt;The True Power of Water&lt;/em&gt;”. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5564974100113689506" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 186px; CURSOR: hand; HEIGHT: 272px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_ShLybJ76fZ0/TTrCdaWGi6I/AAAAAAAAAHc/u7LXEj6ypSc/s320/the%2Btrue%2Bpower%2Bof%2Bwater.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Nah, sekarang tolong dijawab pertanyaan berikut ini: “Benarkah sebuah kata mempunyai kekuatan, serta dapat menguasai diri kita?” Jawabnya: BENAR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika anda mengucapkan perkataan negatif tentang diri anda, sebenarnya anda telah mengutuki diri sendiri, dan semakin sering anda mengucapkannya maka semakin kuatlah cengkeraman kutuk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang tidak menyadari hal ini, dan menganggap bahwa keadaannya yang baru saat ini disebabkan oleh ketidakadilan yang ia peroleh, seperti: pendidikan yang rendah, kemiskinan, tubuh cacat, atau tidak tersedianya lapangan pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, mau mengakui atau tidak, sebenarnya perkataan kitalah penyebab dari penderitaan kita saat ini. Hati-hatilah dengan perkataan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kata-kata bijak:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Berhati-hatilah dengan lidahmu, sebab apa yang kita ucapkan itulah yang akan kita tuai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Hikmat Profesi, 22 Januari 2011 (diedit seperlunya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di-&lt;em&gt;online&lt;/em&gt;-kan oleh Paulus Herlambang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==========&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1082037569200053243-676082436850420898?l=kembangkandiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/676082436850420898'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/676082436850420898'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kembangkandiri.blogspot.com/2011/01/power-of-word.html' title='The Power of Word'/><author><name>Paulus Herlambang</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ShLybJ76fZ0/Shtg4EFrYAI/AAAAAAAAAGQ/Rsy5fDs0_1w/S220/Paulus.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ShLybJ76fZ0/TTrDNiJzuII/AAAAAAAAAHk/VCPpNZQJF-g/s72-c/kristal%2Bair.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1082037569200053243.post-5376125064382861365</id><published>2011-01-19T08:15:00.001+07:00</published><updated>2011-01-19T08:17:50.172+07:00</updated><title type='text'>Sopan Santun</title><content type='html'>Seorang bapak berpakaian necis bertanya kepada seorang ibu, "Apakah ibu bernama Y?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya," jawab ibu itu singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah ibu yang terkenal sebagai pembicara etiket?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang nulis buku &lt;em&gt;Bagaimana Bersikap Sopan di Tempat Umum&lt;/em&gt;?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya. Kok Anda tanya seperti itu?" tanya ibu itu heran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Karena ibu baru saja memakan makananku!" sahut pria itu kalem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja kita bisa membayangkan bagaimana wajah ibu itu. Tanpa dia duga, dia telah melakukan kesalahan yang sangat dia tentang sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang pembicara dan penulis buku tentang etiket, dia seharusnya sangat ahli dalam membawa diri di tempat umum. Ternyata jauh panggang dari api. Ada kesenjangan yang sangat lebar antara teori dan praktik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anekdot di atas bisa kita jadikan cermin. Saya pernah membaca buku berjudul &lt;em&gt;Bagaimana Menulis Buku yang Laris&lt;/em&gt;, ternyata penulisnya tidak pernah menulis buku sama sekali kecuali buku yang satu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya mengapa kita harus kagum pada orang-orang yang tidak hanya bisa mengajar, tetapi melakukan apa yang diajarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Profesional, 19 Januari 2011 (diedit seperlunya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di-&lt;em&gt;online&lt;/em&gt;-kan oleh &lt;a href="http://www.facebook.com/pherlambang"&gt;Paulus Herlambang&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==========&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1082037569200053243-5376125064382861365?l=kembangkandiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/5376125064382861365'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/5376125064382861365'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kembangkandiri.blogspot.com/2011/01/sopan-santun.html' title='Sopan Santun'/><author><name>Paulus Herlambang</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ShLybJ76fZ0/Shtg4EFrYAI/AAAAAAAAAGQ/Rsy5fDs0_1w/S220/Paulus.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1082037569200053243.post-1597419003561018907</id><published>2011-01-15T12:55:00.001+07:00</published><updated>2011-01-15T12:57:14.600+07:00</updated><title type='text'>Ternyata Mudah</title><content type='html'>Umumnya perusahaan besar memiliki standar penilaian tentang layak atau tidaknya seorang karyawan diberi kapasitas yang lebih besar, berdasarkan komitmen dan karakter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompetensi bukanlah yang paling utama karena keahlian bisa diasah. Komitmen dan karakter yang kuat menjadi faktor utama yang membuat seseorang dipromosikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari ke sawah. Teman si petani berkata, "Kau tidak perlu memaksa anakmu bekerja keras. Tanaman itu tetap akan tumbuh subur."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku tidak sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam hidup anakku," jawab si petani. Ternyata membina seorang anak untuk tumbuh bertanggung jawab itu mudah, cukup melatihnya supaya rajin bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pemuda sedang menjalani masa percobaan di sebuah toko sepeda. Suatu hari seseorang membawa sepedanya yang rusak untuk diperbaiki. Selain memperbaiki, pemuda ini juga membersihkan sepeda itu hingga mengkilap. Perbuatannya ditertawakan oleh temannya yang juga sedang dalam masa percobaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, si empunya sepeda datang dan pemuda itu langsung direkrut menjadi pegawainya. Ternyata untuk memenangkan hati atasan itu cukup mudah, cukup punya inisiatif sedikit di atas rata-rata mereka yang cuek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang anak berkata kepada ibunya, "Hari ini Ibu sangat cantik." "Mengapa kau berkata begitu?" tanya si ibu. "Karena hari ini Ibu sama sekali tidak marah," kata anaknya sambil tersenyum. Ternyata untuk memiliki kecantikan sangat mudah, hanya perlu banyak tersenyum dan menjauhi sikap yang suka marah-marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat sedang melamar kerja, seorang pemuda memungut sampah yang tergeletak di lantai dan memasukkannya ke tong sampah. Kepala personalia yang akan mewawancarainya melihat perbuatan baik tersebut, dan pemuda itu langsung mendapat pekerjaan yang dilamarnya. Untuk memperoleh kepercayaan tidak sulit, cukup menjaga kebiasaan yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah petunjuk bijak berkata, "Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di hadapan raja-raja ia akan berdiri, bukan di hadapan orang-orang yang hina."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, orang yang rajin, terampil, berkomitmen, dan tak kenal kata menyerah, tambah hari akan ditambahkan kapasitasnya. Ke mana pun ia melangkah akan mendapat posisi yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paculah diri kita menjadi orang yang setia, berkarakter baik, dan memiliki keunggulan atau keterampilan, niscaya kita akan berdiri di hadapan raja-raja!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kata-kata bijak:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Tangan orang yang rajin, jujur, setia, dan cakap mendatangkan kelimpahan, di mana pun ia menetap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Manna Sorgawi, 15 Januari 2011 (diedit seperlunya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di-&lt;em&gt;online&lt;/em&gt;-kan oleh &lt;a href="http://www.facebook.com/pherlambang"&gt;Paulus Herlambang&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==========&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1082037569200053243-1597419003561018907?l=kembangkandiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/1597419003561018907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/1597419003561018907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kembangkandiri.blogspot.com/2011/01/ternyata-mudah.html' title='Ternyata Mudah'/><author><name>Paulus Herlambang</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ShLybJ76fZ0/Shtg4EFrYAI/AAAAAAAAAGQ/Rsy5fDs0_1w/S220/Paulus.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1082037569200053243.post-322979520760327374</id><published>2011-01-14T09:58:00.002+07:00</published><updated>2011-01-14T10:01:54.566+07:00</updated><title type='text'>Mengantisipasi Perubahan</title><content type='html'>"Tidak ada yang abadi di dunia ini kecuali perubahan," papar pengusaha Indonesia Aburizal Bakrie dalam sebuah wawancara di program berita sebuah TV swasta tentang krisis ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan bersifat pasti dan tidak bisa dihindari ataupun ditolak. Setiap perubahan perlu disikapi dan diantisipasi. Setiap perubahan bisa memberi dampak positif, juga bisa berdampak negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lapangan pekerjaan yang sempit, usia yang menua, anak-anak tumbuh dewasa, polusi, kesehatan, cuaca, dan segala perubahan lain bisa berdampak sangat buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut beberapa kunci yang akan membawa kita pada kesuksesan dalam menghadapi perubahan:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Keyakinan&lt;/strong&gt;. Sebagian besar kesuksesan serta terwujudnya mimpi dan cita-cita terjadi karena keyakinan kita. Dalam kehidupan, bila seseorang yakin bisa meraih cita-citanya, maka setengah keberhasilan telah ia kantongi. Otaknya secara alami merespons, hormon adrenalinnya mengalir, hatinya bersemangat dan teguh, seluruh peredaran darahnya mengalir lancar seakan mendukungnya melakukan aktivitas menuju terwujudnya sebuah mimpi. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Etika&lt;/strong&gt;. Setelah memiliki keyakinan, jagalah etika anda karena sesuatu yang baik hanya bisa diperoleh dengan cara yang baik. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Kejujuran dan Integritas&lt;/strong&gt;. Kejujuran merupakan fondasi keutuhan pribadi, sedangkan integritas adalah sikap total dalam meraih kesuksesan yang bermartabat. Kedua hal ini begitu penting dalam perjalanan menghadapi perubahan. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Tanggung jawab&lt;/strong&gt;. Pada hakikatnya orang yang bertanggung jawab terhadap dirinya, pekerjaannya, atau lingkungannya adalah orang-orang yang telah meraih sebagian kebahagiaan dalam diri pribadinya tanpa ia sadari. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Profesionalisme&lt;/strong&gt;. Kesuksesan membutuhkan sumber bahan bakar berupa profesionalitas atau kecintaan terhadap pekerjaan, apa pun bentuknya.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Hanya orang yang mau beradaptasi, dialah yang akan &lt;em&gt;survive&lt;/em&gt; menghadapi perubahan zaman yang dinamis dan penuh tantangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kata-kata bijak:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Zaman dan keadaan tidak akan beradaptasi dengan anda. Andalah yang harus beradaptasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Hikmat Profesi, 14 Januari 2011 (diedit seperlunya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul asli: Perubahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di-&lt;em&gt;online&lt;/em&gt;-kan oleh &lt;a title="http://www.facebook.com/pherlambang" href="http://www.facebook.com/pherlambang"&gt;Paulus Herlambang&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==========&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1082037569200053243-322979520760327374?l=kembangkandiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/322979520760327374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/322979520760327374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kembangkandiri.blogspot.com/2011/01/mengantisipasi-perubahan.html' title='Mengantisipasi Perubahan'/><author><name>Paulus Herlambang</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ShLybJ76fZ0/Shtg4EFrYAI/AAAAAAAAAGQ/Rsy5fDs0_1w/S220/Paulus.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1082037569200053243.post-3614028807879684627</id><published>2011-01-12T07:54:00.002+07:00</published><updated>2011-01-12T07:57:18.422+07:00</updated><title type='text'>The Power of Simplicity</title><content type='html'>&lt;p&gt;Pakar manajemen terkenal Jack Trout, dalam bukunya &lt;em&gt;The Power of Simplicity&lt;/em&gt; menyarankan agar kita selalu berpikir sederhana. Menurutnya banyak sekali perusahaan yang sukses karena memiliki karyawan yang gagasannya jauh dari kerumitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trout juga menerangkan bahwa pemikiran kompleks sering dianggap sebagai pemikiran yang jenius, sedangkan pemikiran yang sederhana harus menuai berbagai kecaman, antara lain:&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Anda akan dituduh tidak memahami, karena masalah yang kompleks harus diberi jalan keluar yang kompleks juga. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anda akan diteriaki 'kami semua sudah tahu' karena jawaban sederhana sering kali dianggap dangkal, dungu, dan ketinggalan zaman. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anda akan dianggap malas, karena pemikiran kompleks sering lebih membutuhkan kerja ekstra; pemikiran sederhana adalah amatiran dan tidak banyak menyita waktu.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;Menghadapi orang-orang semacam itu Trout berkata, "Tetaplah berpikir sederhana, orang-orang sukses pada hakikatnya adalah pemikir sederhana."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak perusahaan yang berkembang karena menggunakan prinsip berpikir sederhana. Begitu banyak hal yang bisa kita selesaikan bila kita mau belajar berpikir sederhana. Hidup sudah rumit, jadi jangan diperumit dengan pikiran kita yang aneh-aneh dan tidak realistis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Almarhum Gus Dur pun sering mengingatkan kita dengan kata-kata yang khas, "Gitu aja kok repot." Filosofi ini hendak mengajarkan kita untuk selalu menjalani hidup dengan kesederhanaan dalam berpikir. Sudahkah kita melakukannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Profesional, 9 Januari 2011 (diedit seperlunya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di-&lt;em&gt;online&lt;/em&gt;-kan oleh &lt;a href="http://www.facebook.com/pherlambang"&gt;Paulus Herlambang&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==========&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1082037569200053243-3614028807879684627?l=kembangkandiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/3614028807879684627'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/3614028807879684627'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kembangkandiri.blogspot.com/2011/01/power-of-simplicity.html' title='The Power of Simplicity'/><author><name>Paulus Herlambang</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ShLybJ76fZ0/Shtg4EFrYAI/AAAAAAAAAGQ/Rsy5fDs0_1w/S220/Paulus.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1082037569200053243.post-3657390717191364558</id><published>2011-01-11T03:29:00.001+07:00</published><updated>2011-01-11T03:32:38.536+07:00</updated><title type='text'>Kunci Sukses Berbisnis</title><content type='html'>Memulai bisnis sendiri bisa dari mana saja. Namun kebanyakan orang menganggap modal menjadi hambatan utama. Ternyata uang bukan faktor utama yang membuat seseorang bisa sukses dalam bisnis. Apa saja kunci sukses berbisnis?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut penulis dan pembicara terkenal Brian Tracy, ada tiga langkah kunci untuk menjadi seorang pebisnis yang sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pertama, temukan bidang bisnis yang cocok (disukai)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Jika sudah menemukan bisnis yang cocok, seseorang harus mendedikasikan seluruh sumber dayanya (waktu dan upaya/&lt;em&gt;effort&lt;/em&gt;) untuk bisnis tersebut. Termasuk sabar menjalaninya, pada saat bisnis tersebut masih belum memberikan penghasilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebanyak 74 persen dari para miliarder di Amerika Serikat (AS) mendapatkan kekayaannya dari bisnis yang mereka jalankan sendiri. Satu hal lagi, beberapa di antara mereka bahkan tak punya bisnis pada tahap awal kariernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita tak perlu punya pengalaman bisnis saat akan memulai bisnis. Yang kita butuhkan adalah mempelajari berbagai hal yang diperlukan untuk menjalankan bisnis kita, dan jangan lupa menjalankannya," papar Tracy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kedua, bangun karier dari &lt;em&gt;passion&lt;/em&gt; kita&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;Passion&lt;/em&gt; (gairah, keinginan besar, atau kegemaran) merupakan faktor penting dalam menentukan sukses bisnis. Banyak pebisnis sukses yang memulai bisnisnya dengan menjual produk yang paling mereka sukai seolah-olah mereka akan menggunakannya sendiri. Sebagian lain memulainya dari hobi atau minatnya. Karena itu, untuk memulai bisnis pikirkan suatu produk atau jasa di mana kita bisa menyatu dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ketiga, kita harus punya aset berharga&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Aset di sini bukan uang. Menurut Tracy, aset terpenting yang harus dimiliki adalah energi, imajinasi, karakter, dan disiplin. Dengan kata lain nilai dan kualitas diri anda yang luar biasa, itulah aset berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;Segala sesuatu selalu dimulai dari langkah pertama. Mulailah langkah pertama usaha, karier, dan hidup anda dengan landasan prinsip dan kebenaran yang berasal dari firman Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika anda membangun bisnis dan hidup anda di atas kebenaran, maka upah dari pekerjaan anda akan membawa pada kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kata-kata bijak:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Mulailah langkah pertama usaha anda dengan karakter, energi, dan disiplin. Itulah aset utama anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Hikmat Profesi, 11 Januari 2011 (diedit seperlunya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul asli: Upah Pekerjaanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di-&lt;em&gt;online&lt;/em&gt;-kan oleh &lt;a href="http://www.facebook.com/pherlambang"&gt;Paulus Herlambang&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==========&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1082037569200053243-3657390717191364558?l=kembangkandiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/3657390717191364558'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/3657390717191364558'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kembangkandiri.blogspot.com/2011/01/kunci-sukses-berbisnis.html' title='Kunci Sukses Berbisnis'/><author><name>Paulus Herlambang</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ShLybJ76fZ0/Shtg4EFrYAI/AAAAAAAAAGQ/Rsy5fDs0_1w/S220/Paulus.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1082037569200053243.post-961051833244743220</id><published>2011-01-10T04:44:00.002+07:00</published><updated>2011-01-10T04:51:06.439+07:00</updated><title type='text'>Berdamai dengan Diri Sendiri</title><content type='html'>Bertrand Russel, seorang pakar matematika dan pemenang Nobel untuk sastra tahun 1950 berkata, "Seseorang tidak mungkin bisa berdamai dengan orang lain sebelum dia belajar berdamai dengan dirinya sendiri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup yang bahagia adalah hidup yang damai. Dan hidup yang damai itu harus dimulai dengan diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita bisa berdamai dengan diri sendiri, maka kita lebih mudah untuk memperoleh kebahagiaan dalam perjalanan hidup sehari-hari. Namun apabila kita sulit berdamai dengan diri sendiri, kita akan terus-menerus melakukan peperangan di dalam batin kita, dan tidak mungkin ada kebahagiaan dalam hidup semacam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdamai dengan diri sendiri artinya: menerima diri sendiri apa adanya dengan sikap cinta yang tulus dan penerimaan yang tanpa pamrih. Berdamai dengan diri sendiri berarti tidak menganggap semua kekurangan yang kita miliki sebagai kutukan yang tak berampun, tetapi memandangnya sebagai sesuatu yang manusiawi, yang tetap dapat diperbaiki tanpa harus menjadikan kita bersedih hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda lahir ke dunia tanpa diminta, namun keberadaan anda tentu bukanlah tanpa arti. Tuhan telah memberikan sesuatu dalam diri anda yang tidak dimiliki oleh orang lain, dan andalah yang dapat memaksimalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing manusia memiliki keunikan, ciri khas, dan perbedaan yang tidak dapat ditiru oleh manusia lainnya. Dari miliaran manusia yang pernah hidup, sedang hidup, dan akan hidup; tidak ada satu pun di antara mereka yang sama persis dengan diri anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdamailah dengan diri sendiri dan hargailah diri anda sebagai pribadi yang mulia. Tak perlu berkeluh kesah dan berusaha untuk sama dengan orang lain. Tetaplah menjadi diri sendiri, sebab penciptaan Tuhan atas diri anda adalah sempurna dan luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kata-kata bijak:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Ubahlah cara pandang anda terhadap diri sendiri, anda luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Hikmat Profesi, 10 Januari 2011 (diedit seperlunya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul asli: Positive Respon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di-&lt;em&gt;online&lt;/em&gt;-kan oleh &lt;a href="http://www.facebook.com/pherlambang"&gt;Paulus Herlambang&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==========&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1082037569200053243-961051833244743220?l=kembangkandiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/961051833244743220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/961051833244743220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kembangkandiri.blogspot.com/2011/01/berdamai-dengan-diri-sendiri.html' title='Berdamai dengan Diri Sendiri'/><author><name>Paulus Herlambang</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ShLybJ76fZ0/Shtg4EFrYAI/AAAAAAAAAGQ/Rsy5fDs0_1w/S220/Paulus.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1082037569200053243.post-963117457865898835</id><published>2010-10-30T14:04:00.001+07:00</published><updated>2010-10-30T14:05:42.467+07:00</updated><title type='text'>Lukisan Kura-kura di Atas Pagar</title><content type='html'>Di dalam buku “Perjalanan Sukses”, John Maxwell menyampaikan terima kasih dan penghargaannya kepada orang-orang yang sangat berpengaruh mengangkat hidupnya menjadi pemimpin dari para pemimpin di kelas internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yeng berpengaruh itu adalah Margaret Maxwell (istrinya), Dick Peterson, Dave Sutherland, Dan Reiland, Stan Toler, dan Linda Egger.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghargaan ini diberikan karena pemimpin sekaliber John Maxwell menyadari bahwa tanpa campur tangan orang-orang berkualitas di sekitarnya, dia tidak akan bisa mencapai pengaruh kepemimpinan yang sangat luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak perlu sombong atau berbangga diri ketika telah sampai pada suatu tingkat kesuksesan. Entah itu sukses dalam bidang pendidikan, peningkatan karier, atau kemajuan bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah bahwa selain karena faktor keuletan, kecerdikan, dan kerja keras, kita tidak akan berhasil tanpa pertolongan Tuhan serta dukungan orang-orang di sekitar kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah itu istri/suami atau orangtua yang selalu menyemangati dan mendoakan kita; entah itu bawahan yang siap sedia membantu kita; atau rekan kerja yang setia mendampingi kita. Ingatlah bahwa kita tidak akan berada di posisi atas tanpa pertolongan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lukisan seekor kura-kura yang berada di atas pagar yang cukup tinggi menjadi pengingat bagi Alex Haley untuk tidak berbangga diri atas keberhasilan yang sudah dicapainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keberhasilan yang sudah dicapainya, Alex memang layak untuk berbangga diri, namun ketika kebanggaan itu mulai meninggi maka Alex akan memandang lukisan di dinding kantornya, yang seolah berkata, “Jika anda melihat seekor kura-kura di atas pagar, anda akan tahu bahwa ia dapat naik ke sana karena mendapat pertolongan dari seseorang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seberapa besar kesuksesan yang telah kita raih saat ini? Ketika sudah sukses, ingatlah Tuhan dan jasa-jasa orang lain yang sudah membuat kita sampai di atas pagar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kata-kata bijak:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Orang sukses yang bijak selalu mengingat pribadi-pribadi yang meletakkannya sebagai kura-kura di atas pagar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Manna Sorgawi, 30 Oktober 2010 (dipersingkat dan diedit seperlunya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul asli: Kura-kura di Atas Pagar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di-&lt;em&gt;online&lt;/em&gt;-kan oleh Paulus Herlambang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==========&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1082037569200053243-963117457865898835?l=kembangkandiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/963117457865898835'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/963117457865898835'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kembangkandiri.blogspot.com/2010/10/lukisan-kura-kura-di-atas-pagar.html' title='Lukisan Kura-kura di Atas Pagar'/><author><name>Paulus Herlambang</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ShLybJ76fZ0/Shtg4EFrYAI/AAAAAAAAAGQ/Rsy5fDs0_1w/S220/Paulus.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1082037569200053243.post-3483955753320964282</id><published>2010-09-25T09:33:00.000+07:00</published><updated>2010-09-25T09:36:42.269+07:00</updated><title type='text'>Jangan Lagi Menghakimi</title><content type='html'>Mawar adalah seorang wanita muda berusia 20 tahun. Dengan penampilan seperti umumnya ABG (anak baru gede), orang tidak akan menyangka bahwa Mawar adalah ibu dari seorang anak laki-laki berusia 5 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika masih belia, yaitu pada usia 15 tahun, Mawar mempunyai teman pria yang tak lain adalah teman sekolahnya di SMP. Kedekatannya dengan pria yang juga masih remaja tersebut akhirnya membuahkan kehamilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena alasan usia yang masih muda, keluarga pria tidak mengizinkan anaknya menikahi Mawar. Sejak saat itu, Mawar harus berjuang dengan perasaan yang bercampur aduk: menyesal, kecewa, malu, dan merasa ditinggalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orangtuanya berusaha membangun kepercayaan dirinya untuk bangkit dari keterpurukan masa lalu, memperbaiki hidupnya, tetap menapaki hari-harinya, dan terutama memelihara janin dalam rahimnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring berjalannya waktu, Mawar pun mampu melalui hari-harinya dengan harapan-harapan yang baru. Meskipun usianya masih muda, ia berusaha membesarkan anaknya dengan kasih sayang, dan ia juga mulai mendekatkan diri kepada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tidak sedikit orang yang selalu memandangnya secara negatif. Mereka hanya terpaku pada kegagalannya dulu, mereka menilainya tidak lebih dari seorang wanita yang hamil di luar nikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mawar merupakan contoh dari sekian banyak wanita yang pernah mengalami kegagalan di masa lalu. Bagaimana cara kita memandang orang-orang seperti ini atau mereka yang terpaksa melahirkan anak karena diperkosa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kita tidak bisa memandang mereka sebagai manusia yang tidak luput dari kesalahan? Pernahkah kita berpikir bahwa perjuangan mereka membesarkan anaknya sebagai orangtua tunggal (&lt;em&gt;single parent&lt;/em&gt;) adalah sesuatu yang patut dihargai?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang kita lebih pandai menilai orang lain kemudian menghakimi mereka, daripada menilai diri sendiri lalu mengubah kelemahan kita. Kita lebih cenderung menganggap diri sempurna dan orang lain yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang rabi Yahudi yang terkenal bernama Hillel mengatakan, “Jangan menilai atau menghakimi orang lain sebelum engkau sendiri mengalami keadaan atau situasi orang tersebut.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak bisa memahami sepenuhnya situasi yang sedang dihadapi seseorang: masa lalunya, orangtuanya, keadaan keuangan, atau masalah hidup lainnya yang sedang ia hadapi. Karena itulah, jangan mudah menghakimi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah maksud kalimat yang mengatakan bahwa kita harus mengeluarkan dahulu balok yang ada di mata kita, barulah mengeluarkan selumbar di mata sesama? Perkataan ini menjelaskan bahwa selama seseorang masih memiliki kelemahan, janganlah ia menghakimi sesamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat tersebut berarti bahwa tidak seorang pun patut menghakimi sesamanya, karena semua orang tidak luput dari kesalahan. Tuhan sajalah yang sempurna dan Dialah yang layak menghakimi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai sekarang, jangan lagi menilai dan menghakimi sesama. Sebaliknya, benahilah kehidupan masing-masing dan buanglah dosa serta kelemahan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kata-kata bijak:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Anda boleh menghakimi sesama jika anda tidak pernah melakukan kesalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Manna Sorgawi, 25 September 2010 (diedit seperlunya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di-&lt;em&gt;online&lt;/em&gt;-kan oleh &lt;a href="http://www.blogger.com/profile/10532221403391756597"&gt;Paulus Herlambang&lt;/a&gt; dengan izin tertulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==========&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1082037569200053243-3483955753320964282?l=kembangkandiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/3483955753320964282'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/3483955753320964282'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kembangkandiri.blogspot.com/2010/09/jangan-lagi-menghakimi.html' title='Jangan Lagi Menghakimi'/><author><name>Paulus Herlambang</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ShLybJ76fZ0/Shtg4EFrYAI/AAAAAAAAAGQ/Rsy5fDs0_1w/S220/Paulus.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1082037569200053243.post-3537737973634889493</id><published>2010-09-23T09:11:00.002+07:00</published><updated>2010-09-23T09:14:32.174+07:00</updated><title type='text'>Kartu Kuning dan Merah</title><content type='html'>Ketika itu pertandingan perempat final antara Inggris melawan Argentina dalam Piala Dunia tahun 1966.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasit dari Jerman, yakni Rudolf Kreitlein memutuskan mengeluarkan kapten kesebelasan Argentina, Antonio Rattin, karena melanggar peraturan. Tetapi Rattin tidak paham dengan maksud wasit tersebut dan tidak segera meninggalkan lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ken Aston, seorang hakim garis dari Inggris lalu masuk lapangan. Dengan sedikit kemampuan berbahasa Spanyol, dia memberi tahu Rattin agar meninggalkan lapangan karena wasit memutuskan seperti itu. Wasit mengalami kesulitan karena hanya tahu bahasa Jerman dan Inggris, dan tidak tahu bahasa Spanyol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah peristiwa itu, Ken Aston lalu berpikir bagaimana caranya agar dapat mengatasi kendala komunikasi seperti yang dialaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat, ketika melihat lampu pengatur lalu lintas (&lt;em&gt;traffic light&lt;/em&gt;) di perempatan, timbul ide dalam dirinya: baik juga kalau wasit dibekali dengan dua buah kartu ketika memimpin pertandingan, kuning dan merah. Kartu kuning untuk sanksi atas pelanggaran ringan dan kartu merah untuk sanksi pelanggaran berat dan pemain harus keluar dari lapangan. Ide itu diterima oleh FIFA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Piala Dunia tahun 1970, kartu kuning dan merah untuk pertama kalinya digunakan. Ide ini lalu diadopsi oleh cabang olahraga hoki. Bahkan, cabang olahraga ini memakai tiga kartu seperti traffic light. Hijau untuk peringatan, kuning untuk mengeluarkan pemain sementara waktu, dan merah untuk mengusir pemain secara permanen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga pelajaran penting dari sejarah penemuan kartu kuning dan merah ini, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Pertama, setiap kesulitan seharusnya “memancing” seseorang untuk berpikir.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Tuhan menciptakan pikiran di dalam diri manusia agar manusia mampu menciptakan peluang-peluang dalam setiap keadaan, termasuk dalam situasi yang sulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah kita cepat putus asa ketika menghadapi kesulitan, tetapi tenanglah dan berpikirlah. Hambatan sering kali berarti bahwa kita harus berpikir lebih keras, lebih baik, dan lebih kreatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kedua, ide untuk mendapatkan jalan keluar biasanya ada di sekitar kita.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Biasanya hal-hal kecil dan sederhana di sekitar kita, kurang kita perhatikan. Padahal, Tuhan dapat memakai hal-hal tersebut untuk memberikan ide kepada kita sehingga kita bisa mendapatkan jalan keluar untuk setiap masalah yang kita hadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, raja Hizkia yang hidup pada zaman dahulu disembuhkan dari penyakit bisul bernanah-nya hanya dengan sebuah kue ara. Buah ara memiliki banyak khasiat, di antaranya mengandung unsur “benzaldehyde” dan “coumarins” yang menjadi bahan anti kanker dan tumor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, benzaldehyde juga untuk merawat kulit. Tentu kita percaya bahwa dalam kasus raja Hizkia, campur tangan Tuhan yang ajaib juga terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ketiga, apa yang kita hasilkan dari “pemerasan” otak kita, pasti berguna bagi sesama.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Mari kita mulai mewujudkan apa yang sudah kita pikirkan, jangan ditunda-tunda. Cepat atau lambat, karya kita akan menjadi berkat bagi orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Doa:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Tuhan, aku yakin bahwa setiap kendala pasti ada jalan keluarnya. Mampukan aku memakai pikiranku semaksimal mungkin untuk menemukan ide baru. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kata-kata bijak:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Tuhan akan menolong kita ketika kita mau berpikir dan mewujudkan apa yang kita pikirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Manna Sorgawi, 23 September 2010 (diedit seperlunya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul asli: Traffic Light dan Kartu Kuning-Merah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di-&lt;em&gt;online&lt;/em&gt;-kan oleh &lt;a href="http://www.blogger.com/profile/10532221403391756597"&gt;Paulus Herlambang&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==========&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1082037569200053243-3537737973634889493?l=kembangkandiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/3537737973634889493'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/3537737973634889493'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kembangkandiri.blogspot.com/2010/09/kartu-kuning-dan-merah.html' title='Kartu Kuning dan Merah'/><author><name>Paulus Herlambang</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ShLybJ76fZ0/Shtg4EFrYAI/AAAAAAAAAGQ/Rsy5fDs0_1w/S220/Paulus.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1082037569200053243.post-7287561628391107404</id><published>2010-09-21T09:20:00.001+07:00</published><updated>2010-09-21T09:22:08.281+07:00</updated><title type='text'>Menjadi Penyemangat</title><content type='html'>Sukarsih adalah seorang gadis sederhana yang mempunyai bakat menyanyi. Oleh orangtuanya, ia dititipkan di rumah kakaknya yang tinggal di sebuah kota, yang kebetulan adalah seorang pemusik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah, pasti Sukarsih akan menjadi penyanyi terkenal,” kata ayahnya di dalam hati. Tetapi lama ditunggu, Sukarsih belum muncul juga sebagai penyanyi terkenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya sudahlah, mungkin itu bukan nasibnya,” kata sang ayah. Dia pun bermaksud menjemput Sukarsih pulang ke desa. Tetapi oleh kakaknya yang lain, Sukarsih malah ditahan dan diminta tinggal di rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakaknya ini adalah seorang tukang bangunan. Namun apa yang terjadi? Setelah beberapa bulan Sukarsih sudah tampil di panggung-panggung hiburan dan menyanyi di sana. Bahkan sudah ada seorang produser yang mengajaknya untuk rekaman. Tentu saja ini membuat sang ayah heran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Sukarsih pulang ke desa, sang ayah bertanya kepada Sukarsih dan ia pun menjawab, “Waktu di rumah kakak yang pemusik, saya tertekan karena selalu disalahkan. Dia tidak pernah mendengarkan saya. Memang dia pintar musik, mengerti nada, tetapi tidak mengerti perasaan saya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kakak yang tukang bangunan memang tidak tahu apa-apa tentang musik, tapi dia mendorong saya untuk berani menyanyi di depan orang lain. Sampai suatu ketika, seorang teman kakak yang sengaja didatangkan ke rumah mendengar suara saya. Dialah yang membawa saya untuk menyanyi dari panggung ke panggung. Sekarang saya sedang menunggu waktu untuk rekaman.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maju tidaknya seseorang memang tergantung pada dirinya sendiri. Tetapi perlu diingat bahwa setiap orang bisa menjadi pendukung atau penghambat bagi kemajuan orang lain, secara khusus dalam perkembangan anak atau adik kita. Itu tergantung dari sikap dan perlakuan kita kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan dan tingkah laku kita bisa membangun atau menghancurkannya. Mereka bisa memiliki rasa percaya diri yang tinggi dan tidak pernah takut untuk maju menghadapi apa pun yang terjadi dalam hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, juga ada banyak anak yang sebenarnya pandai dan berbakat namun tidak pernah berhasil mencapai puncak prestasi mereka karena gambar diri mereka sudah hancur dan mereka tidak punya keberanian untuk maju. Ini disebabkan karena kurang adanya dukungan dari anggota keluarga, khususnya orangtuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini juga berlaku dalam hubungan antar-anggota di dalam suatu organisasi. Banyak bakat dan karunia yang terpendam sia-sia karena sikap pemimpin, pengurus, dan aktivis lainnya yang kurang mendukung dan memberi peluang kepada anggota untuk bisa lebih maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada rasa enggan mengajari, takut tersaingi, tidak mau membuang waktu, dan sebagainya, yang berakibat tidak terjadi regenerasi dan kegiatan organisasi berjalan terseok-seok. Mari, jadilah penyemangat bagi orang lain, doronglah mereka!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kata-kata bijak:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Dengan bahasa mulut dan bahasa tubuh, kita bisa menjadi penyemangat bagi kesuksesan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Manna Sorgawi, 21 September 2010 (diedit seperlunya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul asli: Butuh Penyemangat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di-&lt;em&gt;online&lt;/em&gt;-kan oleh &lt;a href="http://www.blogger.com/profile/10532221403391756597"&gt;Paulus Herlambang&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==========&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1082037569200053243-7287561628391107404?l=kembangkandiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/7287561628391107404'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/7287561628391107404'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kembangkandiri.blogspot.com/2010/09/menjadi-penyemangat.html' title='Menjadi Penyemangat'/><author><name>Paulus Herlambang</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ShLybJ76fZ0/Shtg4EFrYAI/AAAAAAAAAGQ/Rsy5fDs0_1w/S220/Paulus.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1082037569200053243.post-7376669362755232252</id><published>2010-09-15T10:01:00.000+07:00</published><updated>2010-09-15T10:03:12.988+07:00</updated><title type='text'>Kita yang Harus Berubah</title><content type='html'>Seorang raja berjalan-jalan untuk melihat keadaan kerajaan yang dipimpinnya. Tak jauh dari istana, kakinya terluka karena batu-batu tajam yang menembus sepatunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang raja pun berkata, “Jalan ini sangat buruk, kita harus segera memperbaikinya agar kakiku tidak terluka lagi. Jalan ini harus dilapisi dengan kulit sapi terbaik.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka segeralah diumumkan ke seluruh kerajaan agar dilakukan persiapan pembangunan jalan dengan mengumpulkan lembaran-lembaran kulit sapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang bijak yang kebetulan berada di kerajaan tersebut berkata kepada raja, “Tuanku, daripada merencanakan proyek yang besar dan menyusahkan rakyat, bukankah akan lebih mudah jika Tuanku melapisi sepatu Tuanku dengan kulit sapi? Jadi, Tuanku hanya memerlukan paling tidak selembar kulit sapi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak jarang kita berpikir dan bertindak seperti raja di atas. Bukankah sering kali kita menuntut agar semua orang berubah demi kenyamanan kita? Kita tidak suka terhadap sikap suami, kita mengeluh dengan kebiasaan istri, kita mencela tindakan anak kita, kita menjadi stres atas perlakuan teman, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua kekesalan ini mendorong kita untuk mengeluh dan menceritakannya kepada orang-orang dekat yang kita temui. Kita mulai menularkan sikap negatif yang akhirnya menyusahkan banyak orang. Padahal dengan sedikit mengubah diri kita saja, sudah cukup mengatasi masalah yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus dapat saling menerima sebagaimana Tuhan juga sudah menerima kita. Saling menerima artinya kita tidak lagi menuntut agar orang lain yang berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita lebih sering menganggap diri sendiri yang paling benar dan orang lainlah yang salah, sehingga kita berharap agar merekalah yang berubah. Padahal tidak selamanya penilaian kita benar. Mungkin saja diri kitalah yang menyimpan ketidakberesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita perlu mengoreksi diri sendiri secara jujur, bahwa kita pun penuh kelemahan dan masih perlu dibentuk dalam banyak hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterbukaan untuk dikoreksi dan kesediaan untuk berubah akan menolong kita untuk semakin dewasa di dalam Tuhan. Tetapi jika kita sudah terlebih dahulu membentengi diri dengan pendapat bahwa kitalah yang paling benar, maka kita akan tetap berada dalam kelemahan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari biarlah kita meminta agar Tuhan memberikan kemampuan kepada kita untuk berubah, jika kita memang perlu berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang bukan waktunya lagi untuk melihat kelemahan orang lain, mengumpat, atau menghakimi mereka. Kini saatnya kita menata diri sendiri agar semakin sempurna dalam pandangan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mintalah agar Tuhan menunjukkan kekurangan kita, sehingga kita bisa berubah. Sebuah ungkapan mengatakan, “Ubahlah diri Anda terlebih dahulu, maka orang lain akan berubah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kata-kata bijak:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Lebih mudah mengubah diri sendiri daripada mengubah orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Manna Sorgawi, 15 September 2010 (diedit seperlunya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di-&lt;em&gt;online&lt;/em&gt;-kan oleh &lt;a href="http://www.blogger.com/profile/10532221403391756597"&gt;Paulus Herlambang&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==========&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1082037569200053243-7376669362755232252?l=kembangkandiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/7376669362755232252'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/7376669362755232252'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kembangkandiri.blogspot.com/2010/09/kita-yang-harus-berubah.html' title='Kita yang Harus Berubah'/><author><name>Paulus Herlambang</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ShLybJ76fZ0/Shtg4EFrYAI/AAAAAAAAAGQ/Rsy5fDs0_1w/S220/Paulus.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1082037569200053243.post-1078611386521762522</id><published>2010-09-12T09:49:00.002+07:00</published><updated>2010-09-12T09:54:32.062+07:00</updated><title type='text'>Dibutuhkan Niat Hati</title><content type='html'>Seperti biasa, Debora berjalan kaki menuju pangkalan becak untuk diantar ke halte di mana ia biasa naik bus saat berangkat ke kantor. Dia pun naik bus yang &lt;em&gt;ngetem&lt;/em&gt; di situ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebentar saja bus sudah penuh dan mulai bergerak. Baru berjalan sekitar 20 menit, tiba-tiba bus itu menepi dan berhenti. Sopir bus pun turun menemui seorang polisi lalu lintas. Rupanya sopir dianggap melanggar peraturan lalu lintas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wah, kalau begini bisa terlambat,” kata Debora kesal. “Ada-ada saja sopir itu. &lt;em&gt;Mana&lt;/em&gt; ada meeting lagi, dan sudah janji sama pimpinan untuk tidak terlambat,” tambahnya. Semua penumpang juga tampak gelisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menunggu 20 menit, bus berangkat lagi untuk meneruskan perjalanan. Debora masih kesal. “Pasti terlambat nih! Gara-gara sopir yang tidak becus,” gumamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar juga, Debora terlambat masuk kantor. Rapat pun sudah dimulai sekitar 15 menit yang lalu. Debora masuk ruang rapat dengan hati yang tidak menentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai rapat, Debora diminta menghadap pimpinan. “Mengapa terlambat?” tanya pimpinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Soalnya bus yang saya tumpangi ditilang polisi. Sopirnya tidak becus,” jawab Debora.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi yang salah sopirnya?” tanya pimpinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Betul, Pak,” jawabnya agak keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pimpinan berkata, “Kalau mau jujur, apakah kamu sungguh-sungguh merasa harus datang lebih pagi? Kalau kamu memang berniat untuk datang lebih awal, pasti kamu akan berangkat lebih pagi. Atau, kamu bisa cepat-cepat ganti bus.” Debora pun hanya tertunduk malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niat hati diperlukan dalam setiap aspek kehidupan kita. Dalam mengubah kebiasaan buruk, dibutuhkan niat hati. Kalau tidak ada niat hati, kita akan menyalahkan situasi dan lingkungan. “Habis, teman-teman juga melakukan itu, tidak enak kalau tidak ikut.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mengembangkan karier atau mengejar kesuksesan pun perlu ada niat hati. Kalau tidak, ketika gagal kita akan berkata, “Memang sudah nasib saya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal pertobatan, harus diawali dengan niat hati. Jika tidak, maka ketika kita jatuh ke dalam dosa, bahkan kembali hidup di dalam dosa, kita akan berkata, “Ya, namanya juga manusia, penuh dengan kelemahan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang tidak mempunyai niat hati akan mudah melemparkan kesalahan kepada orang lain atau mencari kambing hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niat hati akan membatasi seseorang untuk mencari-cari alasan dan terus berusaha untuk mendapatkan apa yang diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niat hati akan menolong seseorang untuk tidak mudah menyerah pada keadaan dan terus berusaha untuk mencari jalan keluar yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niat hati membuat seseorang tetap punya semangat, walaupun untuk sementara waktu tidak berhasil. Niat hati juga bisa mendatangkan hikmat untuk terus maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Milikilah niat hati yang teguh dalam mengerjakan apa pun yang saat ini sedang anda hadapi: pelayanankah, pekerjaan kantorkah, tugas dari kampuskah, pekerjaan rumah tangga, mendidik anak-anak, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerjakanlah dengan sepenuh hati! Usahakanlah dengan sungguh-sungguh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kata-kata bijak:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Jika ada niat hati, segala macam alasan akan tersingkir dengan sendirinya dan jalan keluar pun akan terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Manna Sorgawi, 12 September 2010 (diedit seperlunya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di-&lt;em&gt;online&lt;/em&gt;-kan oleh &lt;a href="http://www.blogger.com/profile/10532221403391756597"&gt;Paulus Herlambang&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==========&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1082037569200053243-1078611386521762522?l=kembangkandiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/1078611386521762522'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/1078611386521762522'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kembangkandiri.blogspot.com/2010/09/dibutuhkan-niat-hati.html' title='Dibutuhkan Niat Hati'/><author><name>Paulus Herlambang</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ShLybJ76fZ0/Shtg4EFrYAI/AAAAAAAAAGQ/Rsy5fDs0_1w/S220/Paulus.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1082037569200053243.post-5759714301247839771</id><published>2010-08-25T09:02:00.000+07:00</published><updated>2010-08-25T09:03:31.521+07:00</updated><title type='text'>Belajar dari Kelelawar</title><content type='html'>Kelelawar adalah binatang mamalia yang bisa terbang. Indra penglihatan kelelawar kurang tajam. Anehnya kelelawar tidak pernah menabrak atau bertabrakan satu dengan yang lainnya ketika terbang pada malam hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kegiatannya kelelawar mengandalkan indra penciuman dan indra pendengarannya yang tajam. Indra penciuman digunakan untuk mengetahui buah yang masak, sedangkan indra pendengaran digunakan sebagai pemandu arah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelelawar mengeluarkan suara dengan frekuensi tinggi, sekitar 100.000 Hz. Apabila suara ini mengenai suatu benda, maka akan memantul dan pantulannya akan ditangkap kembali oleh kelelawar. Pantulan suara tersebut memberikan informasi mengenai letak suatu benda yang berada di sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terilhami oleh kemampuan kelelawar yang menakjubkan itu, pada tahun 2003 para ilmuwan di Inggris bekerja sama dengan sebuah perusahaan Sound Foresight Ltd. berhasil menciptakan tongkat penunjuk jalan bagi tunanetra yang disebut UltraCane.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip kerja UltraCane sama seperti kelelawar dalam menentukan arah terbang. Pengguna UltraCane akan merasakan rintangan-rintangan di sekitarnya setelah gelombang yang dipancarkan UltraCane dipantulkan oleh aneka rintangan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelombang pantulan ini ditangkap kembali oleh UltraCane dan kemudian dirasakan oleh tangan pemakai yang menggenggamnya. Otak si pemakai kemudian menerjemahkan apa yang dirasakan pada tangannya sebagai rintangan di sekelilingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa belajar dari kelelawar. Setiap saat kita memancarkan “gelombang-gelombang” ke sekitar kita. Sebagian besar dari “gelombang-gelombang” itu berupa perkataan dan tingkah laku yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi tidak semua orang bisa menerima apa yang kita katakan dan lakukan. Mereka akan memberikan respons atas perkataan dan tingkah laku kita. Dari respons itulah kita tahu ada tidaknya tantangan dan kita bisa memilih untuk berhenti sejenak atau menghindar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini berlaku juga dalam dunia pekerjaan. Kita harus berani melontarkan “gelombang-gelombang” berupa ide atau karya terbaru. Biarkan lingkungan memberikan respons.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sekali-kali kita menganggap remeh respons yang ada. Sebab jika kita meremehkannya, maka kemungkinan besar kita akan menabrak dan bisa membuat usaha, bahkan diri kita, hancur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kata-kata bijak:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Mempelajari respons orang lain akan menolong kita membuat keputusan yang tepat dan membangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Manna Sorgawi, 25 Agustus 2010 (diedit seperlunya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di-&lt;em&gt;online&lt;/em&gt;-kan oleh &lt;a href="http://www.blogger.com/profile/10532221403391756597"&gt;Paulus Herlambang&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==========&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1082037569200053243-5759714301247839771?l=kembangkandiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/5759714301247839771'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/5759714301247839771'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kembangkandiri.blogspot.com/2010/08/belajar-dari-kelelawar.html' title='Belajar dari Kelelawar'/><author><name>Paulus Herlambang</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ShLybJ76fZ0/Shtg4EFrYAI/AAAAAAAAAGQ/Rsy5fDs0_1w/S220/Paulus.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1082037569200053243.post-282511492835248140</id><published>2010-08-14T08:53:00.000+07:00</published><updated>2010-08-14T08:54:41.550+07:00</updated><title type='text'>Kemurahan Hati</title><content type='html'>Beberapa waktu yang lalu, dari Miami muncul banyak cerita menyedihkan tentang para pengungsi yang berasal dari Kuba. Mereka harus meninggalkan rumah, pekerjaan, semua barang, serta teman-teman yang mereka cintai di Kuba supaya dapat mempertahankan hak sebagai orang yang merdeka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu cerita yang menarik adalah tentang seorang pria yang pernah menduduki jabatan tinggi di kantor bea cukai dan imigrasi Kuba. Pria ini pulang ke Miami dan melamar pekerjaan di salah satu hotel di sana. Ia berharap akan diterima sebagai pesuruh atau salah seorang pencuci piring di hotel ternama tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat bertemu dengan Kepala Personalia ia tidak mengenalnya, tetapi si Kepala Personalia itu mengenalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bukankah Anda dulu bekerja di kantor imigrasi Kuba? Saya ingat, tiga tahun yang lalu saat mengunjungi Kuba saya mendapat kesulitan di imigrasi. Waktu itu semua jawaban yang saya berikan kepada teman Anda malah mempersulit posisi saya. Kemudian ada seorang pegawai yang sedikit aneh datang dan membantu saya. Orang itu adalah Anda, benar kan?” tanya si Kepala Personalia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya,” jawab pria itu dengan kepala tertunduk karena berpikir bahwa ia tidak akan mendapatkan pekerjaan di hotel tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anda tentu tidak tahu pergolakan di dalam hati saya saat itu. Namun ketika saya tahu bahwa saya tidak jadi dikirim ke penjara, saya sangat bersyukur sehingga saya menawarkan uang $100 kepada Anda. Anda menolaknya dan berkata bahwa Anda lebih suka mendapat seorang teman daripada uang $100. Sekarang di hotel ini Anda mempunyai seorang teman. Selamat, Anda diterima sebagai pegawai di posisi mana pun Anda ingin ditempatkan,” katanya sambil mengulurkan tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemurahan hati adalah benih yang akan menghasilkan buah pada waktunya. Tidak ada kemurahan hati atau perbuatan baik yang sia-sia jika dilakukan dengan hati yang tulus. Nyatakan kemurahan hati kita dengan benar dan dengan motivasi yang tulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Manna Sorgawi, 14 Agustus 2010 (diedit seperlunya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di-&lt;em&gt;online&lt;/em&gt;-kan oleh &lt;a href="http://www.blogger.com/profile/10532221403391756597"&gt;Paulus Herlambang&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==========&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1082037569200053243-282511492835248140?l=kembangkandiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/282511492835248140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/282511492835248140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kembangkandiri.blogspot.com/2010/08/kemurahan-hati.html' title='Kemurahan Hati'/><author><name>Paulus Herlambang</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ShLybJ76fZ0/Shtg4EFrYAI/AAAAAAAAAGQ/Rsy5fDs0_1w/S220/Paulus.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1082037569200053243.post-9009289409772561414</id><published>2010-08-11T10:53:00.003+07:00</published><updated>2010-08-14T09:06:51.993+07:00</updated><title type='text'>Tetaplah Bermimpi</title><content type='html'>Gadis kecil berusia 9 tahun bernama Cameron Mott hanya memiliki otak sebelah kiri saja, karena otak kanannya diangkat sejak ia berusia 3 tahun. Pengangkatan otak kanan ini dilakukan karena ia mengalami sindrom Rasmussen, yang membuatnya sering kejang-kejang seperti penderita epilepsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, akhirnya tim dokter yang menanganinya sepakat untuk mengeluarkan otak kanannya. Operasi pengambilan otak kanan adalah satu-satunya pengobatan yang bisa dilakukan untuk membantu Cameron menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter yang menangani kasus ini menyadari bahwa tindakan mengeluarkan sisi otak kanan, yang berfungsi mengontrol sisi kiri tubuh, bisa membuat gadis kecil itu lumpuh pasca-operasi. Setelah operasi usai, Cameron menjalani fisioterapi dan beberapa waktu kemudian ia sudah dapat berjalan serta bermain, meskipun masih terlihat pincang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Operasi itu menyebabkan Cameron kehilangan sebagian dari penglihatan tepinya. Meski tahu bahwa kondisi tubuhnya sudah tidak sempurna, tetapi Cameron selalu berkata, “Saya ingin menjadi balerina.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cameron harus berjuang keras menjalani proses pemulihan tubuhnya agar bisa mengejar impiannya menjadi seorang balerina. Walaupun hanya memiliki otak sebelah kiri, tetapi semangat Cameron tidak pudar. Ia menjaga impiannya untuk menjadi balerina yang mampu melakukan gerakan-gerakan tarian nan indah. Sungguh suatu antusiasme yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga pelajaran yang bisa kita petik dari hidup si kecil Cameron, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Memiliki dan memelihara mimpi&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Jika ingin menjadi orang yang tingkat kehidupannya naik, kita harus memiliki mimpi. Bila mimpi itu sudah terwujud, buatlah mimpi baru karena mimpi memberi arah dan pencapaian yang jelas dalam hidup kita. Mimpi juga akan meningkatkan potensi serta nilai tambah di dalam diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Tetap antusias&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Peliharalah mimpi dengan antusiasme yang tinggi, karena antusiasme memampukan kita mengejar mimpi itu. Orang yang antusias memiliki kekuatan ekstra di dalam masa sukar. Antusiasme menjadikan kita tabah menghadapi segala rintangan, kita akan terus bertindak guna mewujudkan mimpi yang ada di hati hingga menjadi sebuah kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Melayani Tuhan dengan mengejar mimpi kita&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Kebanyakan impian dalam hidup kita, yang berdampak membangun diri sendiri, sesama, dan kepentingan yang lebih luas berasal dari Tuhan. Jadi mengejar dan mewujudkan mimpi adalah sebuah tindakan melayani Tuhan, karena itu menyenangkan hati-Nya. Pemberi impian senang jika hasrat hati-Nya kita penuhi. Jadi, berupayalah untuk menggunakan potensi anda dengan sebaik-baiknya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB: Saksikan video tentang Cameron Mott &lt;a href="http://www.msnbc.msn.com/id/21134540/vp/36032483#36032483"&gt;di sini...&lt;/a&gt; (klik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kata-kata bijak:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Peliharalah antusiasme karena antusiasme memampukan kita menggapai impian setinggi bintang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Manna Sorgawi, 11 Agustus 2010 (diedit seperlunya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di-&lt;em&gt;online&lt;/em&gt;-kan oleh &lt;a href="http://www.blogger.com/profile/10532221403391756597"&gt;Paulus Herlambang&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==========&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1082037569200053243-9009289409772561414?l=kembangkandiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/9009289409772561414'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/9009289409772561414'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kembangkandiri.blogspot.com/2010/08/tetaplah-bermimpi.html' title='Tetaplah Bermimpi'/><author><name>Paulus Herlambang</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ShLybJ76fZ0/Shtg4EFrYAI/AAAAAAAAAGQ/Rsy5fDs0_1w/S220/Paulus.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1082037569200053243.post-6978730442886243496</id><published>2010-07-31T09:16:00.002+07:00</published><updated>2010-07-31T09:19:22.343+07:00</updated><title type='text'>Pengikut yang Setia adalah Aset yang Paling Berharga</title><content type='html'>Seorang pemimpin tidak bisa meraih keberhasilan yang gemilang tanpa dukungan pengikut atau rekan kerja yang baik. Dan kualitas utama yang harus diperhitungkan oleh seorang pemimpin ketika ingin merangkul bawahan atau rekan kerja yang baik adalah kesetiaannya. Karena &lt;em&gt;ketidaksetiaan&lt;/em&gt; suatu saat akan menghancurkan hubungan yang sudah dibangun dengan susah payah. Lalu apa ciri-ciri orang yang setia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Dapat mengasihi tanpa syarat&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Orang yang mempunyai kesetiaan dapat menerima kekuatan dan kelemahan orang lain, dan tidak menjadikan itu sebagai halangan untuk terus melangkah bersama guna mencapai sasaran yang sudah ditetapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tidak iri dengan kemampuan, berkat, dan keberhasilan orang lain, juga tidak serta-merta berpandangan negatif atau menjauh manakala diperhadapkan dengan kelemahan yang fatal. Orang yang setia mampu tertawa dan menangis saat berjalan bersama. Ia mampu membuat perjalanan menjadi berwarna dan tidak begitu sunyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Menjadi duta yang terpercaya&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Orang yang setia selalu melukiskan gambaran yang positif tentang anda sebagai pemimpinnya kepada orang lain. Mungkin setelah perjalanan yang cukup panjang ia pernah menegur anda secara pribadi, tetapi ia tidak akan mengkritik atau membeberkan kelemahan anda di depan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Menjadikan impian anda sebagai impiannya&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Beberapa orang bawahan akan berjalan bersama anda dalam waktu yang singkat saja. Dalam waktu yang relatif singkat anda saling membantu, dan kemudian berjalan sendiri-sendiri. Tetapi beberapa orang yang istimewa akan tetap berada di sisi anda dan membantu anda menyelesaikan sisa perjalanan itu, bahkan ikut serta dalam rencana “perjalanan” yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang “istimewa” ini bisa setia mengiringi perjalanan anda karena mereka telah menjadikan impian anda sebagai impian mereka juga. Penulis kitab Amsal menggambarkan keistimewaan mereka dengan tepat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seperti sejuk salju di musim panen, demikianlah pesuruh yang setia bagi orang-orang yang menyuruhnya. Ia menyegarkan hati tuan-tuannya.” (Amsal 25:13)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seorang pemimpin hendak mendapatkan atau memotivasi pengikutnya menjadi setia, maka ia harus menghargai dan memerhatikan kesejahteraan pengikutnya. Jika seorang pemimpin menghargai pengikut yang setia, maka ia telah “mengikat” orang yang akan berjalan bersamanya dalam keadaan senang dan susah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakar kepemimpinan, John Maxwell berkata, “Sikap seorang pemimpin menentukan sikap para pengikutnya.” Artinya, jika seorang pemimpin menunjukkan disiplin yang tinggi terhadap dirinya sendiri terlebih dahulu, maka pengikutnya akan termotivasi untuk disiplin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika si pemimpin tulus dan peduli terhadap pengikutnya, maka pengikut akan menunjukkan loyalitas yang tinggi dan rela berkorban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kata-kata bijak:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Pengikut yang setia adalah aset paling berharga yang harus dipelihara oleh seorang pemimpin yang bijak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Manna Sorgawi, 31 Juli 2010 (diedit seperlunya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul asli: Orang-orang yang Istimewa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di-&lt;em&gt;online&lt;/em&gt;-kan oleh &lt;a href="http://www.blogger.com/profile/10532221403391756597"&gt;Paulus Herlambang&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==========&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1082037569200053243-6978730442886243496?l=kembangkandiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/6978730442886243496'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/6978730442886243496'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kembangkandiri.blogspot.com/2010/07/pengikut-yang-setia-adalah-aset-yang.html' title='Pengikut yang Setia adalah Aset yang Paling Berharga'/><author><name>Paulus Herlambang</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ShLybJ76fZ0/Shtg4EFrYAI/AAAAAAAAAGQ/Rsy5fDs0_1w/S220/Paulus.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1082037569200053243.post-5555577500229111715</id><published>2010-07-30T11:02:00.001+07:00</published><updated>2010-07-30T11:05:22.526+07:00</updated><title type='text'>Marah sebagai Sumber Petaka</title><content type='html'>Bagaimana cara menangkap kepiting? Ambillah sebatang bambu yang diikat tali dan di ujung tali yang lain diikatkan sebuah batu kecil. Ayunkan bambu agar batu di ujung tali terayun menuju kepiting yang diincar, dengan tujuan untuk mengganggunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan yang dilakukan berkali-kali ini akan membuat kepiting itu marah dan menjepit tali dengan capitnya yang kuat. Ketika capit kepiting menjepit, kita harus segera menarik tali dan mengangkat mangsa yang sedang marah itu. Kemudian memasukkannya ke wadah yang sudah disiapkan dan segera memutuskan talinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu kita bisa memasak kepiting sesuai menu yang diinginkan dan menikmati dagingnya yang lezat. Si kepiting menjadi menu di meja makan karena sifatnya yang gampang marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sering melihat banyak orang jatuh dalam kesulitan atau berbagai-bagai masalah, kehilangan peluang dan jabatan karena tidak bisa mengendalikan amarahnya. Marah adalah salah satu bentuk emosi yang negatif, yang jika diikuti akan membuat kita tidak bisa berpikir sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita mengikuti emosi yang meledak-ledak, kita tidak sadar bahwa kita sudah mengeluarkan kata-kata yang melukai orang-orang yang sebenarnya tidak ingin kita lukai. Ketika emosi negatif itu kita luapkan, kita kehilangan kendali dan bersikap tidak santun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sejak kecil tidak dibiasakan mengendalikan emosi negatifnya yang suka meledak-ledak, seorang gadis menjadi terbiasa marah dalam setiap situasi, yang sebenarnya tidak perlu direspons dengan kemarahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifatnya yang suka marah dan “jutek” membuat orang di sekelilingnya enggan untuk berinteraksi dengannya, orang takut menjadi korban emosinya yang sering meledak tidak pada tempatnya. Aura si pemarah memancarkan permusuhan, sedangkan hidup mereka yang suka mengendalikan emosinya memancarkan kedamaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah ruginya jika kita kehilangan kesempatan untuk memberi dan menerima kasih, membangun hubungan yang harmonis dengan banyak orang hanya karena kita terlalu cepat marah. Label “pemarah” akan membuat kita menjadi orang yang “terpenjara” di dalam jeruji emosi yang kita bangun sendiri, yang memisahkan kita dari situasi hidup yang normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam studi yang dipublikasikan di Amerika, dilaporkan bahwa wanita yang memiliki lebih banyak emosi negatif, yaitu perasaan tertekan, terasing, bermusuhan, atau pesimis, mempunyai tekanan darah lebih tinggi. Ini mengindikasikan menyebarnya peradangan pada tubuh. Peradangan kronis dipercaya menyebabkan sejumlah penyakit dalam periode tertentu, termasuk penyakit jantung dan kanker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang memiliki kasih pasti dapat menguasai diri, termasuk penguasaan diri atas emosi. Orang yang dapat menguasai dirinya akan berbahagia, karena dikatakan: berbahagialah orang yang membawa damai, mereka akan disukai banyak orang. Karena itu kendalikanlah emosi negatif kita!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kata-kata bijak:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Si pemarah menambah musuh karena emosinya, si pendamai menambah sahabat karena kasihnya. ~Ester Chim~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Manna Sorgawi, 30 Juli 2010 (diedit seperlunya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di-&lt;em&gt;online&lt;/em&gt;-kan oleh &lt;a href="http://www.blogger.com/profile/10532221403391756597"&gt;Paulus Herlambang&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==========&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1082037569200053243-5555577500229111715?l=kembangkandiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/5555577500229111715'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/5555577500229111715'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kembangkandiri.blogspot.com/2010/07/marah-sebagai-sumber-petaka.html' title='Marah sebagai Sumber Petaka'/><author><name>Paulus Herlambang</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ShLybJ76fZ0/Shtg4EFrYAI/AAAAAAAAAGQ/Rsy5fDs0_1w/S220/Paulus.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1082037569200053243.post-168133976647898541</id><published>2010-06-18T09:25:00.001+07:00</published><updated>2010-06-18T09:26:41.718+07:00</updated><title type='text'>Cara Menilai Orang</title><content type='html'>Seorang pemuda mendatangi kediaman kakek yang dikenal sangat bijak. Sang kakek tinggal di lereng gunung, di gubuknya yang sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun sang kakek memiliki banyak tanah dan harta, tetapi ia memilih untuk tinggal di gubuk sederhana. Penampilannya pun sangat sederhana dengan baju dan celana yang juga sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena penasaran anak muda itu bertanya, “Kakek, saya tidak habis pikir mengapa kakek memilih untuk berpenampilan seperti ini. Padahal di zaman sekarang, orang berlomba-lomba untuk memiliki penampilan yang baik.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil tersenyum, sang kakek melepaskan cincin yang melingkar di jarinya dan menyerahkannya kepada si pemuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bawalah cincin ini ke pasar dan juallah dengan harga satu keping emas,” kata sang kakek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aduh Kek, bagaimana mungkin orang mau membeli cincin ini dengan satu keping emas? Cincin ini kelihatannya tidak berharga,” kata si pemuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cobalah tawarkan kepada yang lain,” jawab sang kakek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil mengantongi cincin tersebut, si anak muda bergegas ke pasar. Ia menawarkan cincin itu kepada penjual ikan, pedagang sayur, dan para pedagang buah. Tetapi mereka hanya menertawakannya seraya berkata, “Tak akan ada orang yang mau membeli cincin jelek ini dengan satu keping emas.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka pulanglah pemuda itu menemui sang kakek. “Benar kan Kek, tidak ada orang yang mau membeli cincin ini dengan satu keping emas,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kepada siapa engkau menawarkannya?” tanya sang kakek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Penjual ikan, penjual sayur, dan penjual buah,” jawab si pemuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sekarang, pergilah tawarkan cincin ini ke toko emas di pusat kota. Kau tidak perlu membuka harga,” perintah si kakek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda itu pun segera berangkat. Tak lama berselang, ia pulang menemui si kakek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kek, ternyata orang-orang di pasar tidak tahu menilai barang yang mahal. Pemilik toko emas yang kudatangi memberi harga sepuluh keping emas untuk cincin ini,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sekarang pertanyaanmu terjawab sudah,” ujar sang kakek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak bisa menilai seseorang dari pakaiannya. Hanya pedagang ikan, sayur, dan buah yang memiliki penilaian demikian, tetapi pedagang emas tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, jangan pernah menilai orang berdasarkan penampilan fisik mereka, karena itu adalah filosofi dunia. Jangan pula menentukan nilai diri anda berdasarkan mewahnya tempat tinggal, pakaian, dan penampilan fisik anda, karena Tuhan tidak pernah menilai anda berdasarkan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan melihat kedalaman hati seseorang, Ia melihat sikap hati dan apa yang anda pikirkan. Begitu banyak orang yang memiliki pola penilaian yang salah, baik terhadap sesama maupun terhadap diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai sekarang, marilah menilai segala sesuatu berdasarkan penilaian Tuhan, sehingga anda akan mengejar apa yang bernilai bagi Tuhan dan bukan apa yang bernilai bagi manusia. Dengan demikian, anda akan mendapatkan penghargaan yang layak dari Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kata-kata bijak:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Jangan berusaha agar anda layak di hadapan manusia, karena belum tentu anda layak di hadapan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Manna Sorgawi, 18 Juni 2010 (diedit seperlunya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul asli: Cara Penilaian Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di-&lt;em&gt;online&lt;/em&gt;-kan oleh &lt;a href="http://www.blogger.com/profile/10532221403391756597"&gt;Paulus Herlambang&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==========&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1082037569200053243-168133976647898541?l=kembangkandiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/168133976647898541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/168133976647898541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kembangkandiri.blogspot.com/2010/06/cara-menilai-orang.html' title='Cara Menilai Orang'/><author><name>Paulus Herlambang</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ShLybJ76fZ0/Shtg4EFrYAI/AAAAAAAAAGQ/Rsy5fDs0_1w/S220/Paulus.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1082037569200053243.post-254301242530812097</id><published>2010-06-10T08:49:00.003+07:00</published><updated>2010-06-10T08:50:58.680+07:00</updated><title type='text'>Kebiasaan Memuji Diri</title><content type='html'>Untuk membangun keberanian dan rasa percaya diri dibutuhkan &lt;em&gt;self-esteem&lt;/em&gt; atau sikap menghargai diri sendiri. Dengan kata lain, &lt;em&gt;self-esteem&lt;/em&gt; adalah memandang diri kita berharga dan memiliki keistimewaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, &lt;em&gt;self-esteem&lt;/em&gt; yang berlebihan menyebabkan seseorang menjadi pribadi yang sombong dan meremehkan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu ciri &lt;em&gt;self-esteem&lt;/em&gt; yang terlalu berlebihan adalah kebiasaan memuji diri atas prestasi, karakter, kondisi fisik, dan kebaikan yang sudah dilakukan tanpa ada lagi perasaan risih dan malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan sehari-hari kita akan menemukan orang-orang yang demikian. Mereka memiliki dorongan yang begitu kuat di dalam dirinya untuk membanggakan diri dan memberitahukan kepada orang lain mengenai kelebihan-kelebihannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kalimat bijak berkata, “Biarlah orang lain memuji engkau dan bukan mulutmu, orang yang tidak kaukenal dan bukan bibirmu sendiri.” (Amsal 27:2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paling tidak ada tiga alasan yang menyebabkan seseorang suka memuji diri sendiri:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pertama, merasa begitu hebat.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Orang yang suka memuji diri merasa bahwa dia sudah melakukan atau mencapai apa yang orang lain tidak bisa lakukan. Ini tak lain adalah wujud kesombongan. Berhati-hatilah jika kita mulai merasa hebat, karena kesombongan akan berakhir dengan kehancuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesombongan membuat seseorang tidak bisa menilai sesuatu secara objektif, apalagi di dalam menilai diri sendiri kita memang cenderung untuk memberikan penilaian yang subjektif; bukan lagi berdasarkan kenyataan yang sesungguhnya, tetapi berdasarkan pandangan dan perasaan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini berbahaya, karena kita tidak tahu keadaan kita yang sesungguhnya. Kita menyangka diri hebat, padahal tidak ada apa-apanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kedua, mencari pengakuan.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Orang yang suka memuji diri sebenarnya menyimpan masalah di dalam dirinya, yaitu perasaan kurang mendapat pengakuan. Oleh karena itu, ia memuji diri dan menceritakan kelebihan-kelebihan dan kesuksesannya, agar diakui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya pengakuan tidak datang melalui usaha memuji diri dan menceritakan kehebatan kita. Pengakuan itu akan datang dengan sendirinya ketika kita melakukan segala sesuatu dengan tulus disertai kerja keras. Maka, tanpa kita menceritakan apa-apa, pengakuan itu akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ketiga, meremehkan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Ketika memuji diri, sebenarnya kita sedang mengatakan kepada orang lain, “Lihat saya dong, tidak seperti kamu,” atau “Saya lebih hebat dari kamu,” “Kamu tidak ada apa-apanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah tidak jarang kita memuji diri sendiri dengan maksud untuk membuat orang lain merasa tidak berarti? Kita menjatuhkan keyakinan diri mereka dengan mengatakan bahwa kita lebih baik dari mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;. . .&lt;br /&gt;Memang kita harus memiliki &lt;em&gt;self-esteem&lt;/em&gt;, tapi janganlah memuji diri. Anda tahu betapa keji dosa kesombongan yang ada di balik kebiasaan memuji diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kata-kata bijak:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Jika anda ingin orang lain memuji anda, jangan pernah memuji diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Manna Sorgawi, 10 Juni 2010 (diedit seperlunya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di-&lt;em&gt;online&lt;/em&gt;-kan oleh &lt;a href="http://www.blogger.com/profile/10532221403391756597"&gt;Paulus Herlambang&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==========&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1082037569200053243-254301242530812097?l=kembangkandiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/254301242530812097'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/254301242530812097'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kembangkandiri.blogspot.com/2010/06/kebiasaan-memuji-diri.html' title='Kebiasaan Memuji Diri'/><author><name>Paulus Herlambang</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ShLybJ76fZ0/Shtg4EFrYAI/AAAAAAAAAGQ/Rsy5fDs0_1w/S220/Paulus.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1082037569200053243.post-4201932432312790233</id><published>2010-05-12T10:36:00.002+07:00</published><updated>2010-05-12T10:39:06.799+07:00</updated><title type='text'>Pengaruh dan Kapasitas yang Besar</title><content type='html'>Dibutuhkan waktu yang relatif lama, pelatihan, dan pengalaman-pengalaman pahit atau manis untuk membentuk seseorang menjadi pemimpin yang andal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Railand adalah contoh pribadi yang siap dan bersedia melalui proses pembentukan untuk menjadi pemimpin yang memberi pengaruh kepada orang banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Railand adalah orang biasa yang kemudian diproses menjadi seorang pemimpin sejak ia tertanam menjadi anggota jemaat sekaligus pengerja gereja di Skyline.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Railand kemudian memperlengkapi dirinya dengan bersekolah di sebuah seminari dan magang di gereja yang dipimpin oleh John Maxwell.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Skyline, Railand menundukkan dirinya untuk diberdayakan. Karena kemauan serta kerja kerasnya, Railand berhasil mencetak prestasi-prestasi yang membuatnya mulai dipercaya oleh motivator sehebat John Maxwell.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1995, ketika John Maxwell meninggalkan penggembalaan yang sudah dipegangnya selama empat belas tahun, motivator ternama itu meminta Railand untuk menduduki jabatan sebagai Wakil Direktur INJOY, organisasi yang dipimpin oleh John Maxwell.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Railand berhasil melalui masa-masa sulit yang mengantarnya menjadi pemimpin yang memberi pengaruh bagi banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada keberhasilan yang dicapai dalam waktu semalam, itu hanya ada dalam dongeng Aladin dengan cerita 1001 malamnya. Beberapa tokoh dipersiapkan Tuhan selama puluhan tahun, baru dipakai secara luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Musa diproses selama 80 tahun, baru dipercayakan untuk memimpin umat-Nya yang besar. Selama empat puluh tahun Musa dipersiapkan di lingkungan istana Firaun dengan belajar tentang kepemimpinan sekuler. Ia belajar hukum-hukum Mesir, ilmu perang, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai di Mesir, Tuhan membentuk sikap Musa di Midian, yaitu dengan cara menggembalakan kambing domba mertuanya. Di Midian, Musa tunduk kepada mertuanya yang adalah seorang imam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahap ini terbentuk kesetiaan dan kesabaran Musa sebagai seorang yang akan menggembalakan umat Tuhan yang tegar tengkuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu barulah Tuhan memercayakan perkara yang lebih besar kepadanya. Musa dikenal sebagai pemimpin berhati lembut yang berkenan di mata Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang siap dipakai untuk kapasitas yang besar tidak semata-mata karena adanya kesempatan besar yang diberikan kepadanya, tetapi lebih kepada apakah ia memiliki serangkaian sikap positif yang mendukungnya menjadi pemimpin dengan pengaruh yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh itu bukan untuk kebaikan dirinya semata, tetapi juga bagi orang-orang yang Tuhan percayakan untuk dipimpinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rindukah anda menjadi pemimpin yang memengaruhi hidup banyak orang dan menjadi saluran berkat bagi sesama? Persiapkanlah diri anda dengan baik, lalui setiap proses pembentukan dengan hati yang taat dan takut akan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sudah tiba waktunya, Tuhan sendiri yang akan mengangkat anda menjadi pemimpin yang andal dengan teritorial yang luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kata-kata bijak:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Tuhan hanya akan memercayai orang-orang yang setia menjalani proses yang dirancang-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Manna Sorgawi, 12 Mei 2010 (diedit seperlunya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di-&lt;em&gt;online&lt;/em&gt;-kan oleh &lt;a href="http://www.blogger.com/profile/10532221403391756597"&gt;Paulus Herlambang&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==========&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1082037569200053243-4201932432312790233?l=kembangkandiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/4201932432312790233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/4201932432312790233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kembangkandiri.blogspot.com/2010/05/pengaruh-dan-kapasitas-yang-besar.html' title='Pengaruh dan Kapasitas yang Besar'/><author><name>Paulus Herlambang</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ShLybJ76fZ0/Shtg4EFrYAI/AAAAAAAAAGQ/Rsy5fDs0_1w/S220/Paulus.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1082037569200053243.post-7081699924534652614</id><published>2010-04-30T09:25:00.002+07:00</published><updated>2010-04-30T09:29:16.800+07:00</updated><title type='text'>Keluar dari Kotak Nyaman</title><content type='html'>Kutu adalah makhluk yang dapat meloncat 300 kali tinggi badannya. Dalam suatu percobaan, seekor kutu dimasukkan ke dalam sebuah kotak korek api kosong dan dibiarkan di sana selama satu minggu. Hasilnya ajaib, kemampuan meloncat si kutu tiba-tiba hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata selama berada di dalam kotak korek api, ia sebenarnya mencoba meloncat tinggi tetapi selalu terbentur dinding kotak korek api. Ia mencoba lagi, terbentur lagi. Begitu seterusnya, hingga ia mulai ragu akan kemampuannya sendiri. Loncatannya pun disesuaikan dengan tinggi kotak korek api. Aman dan nyaman memang, karena ia tidak lagi membentur dinding kotak yang terasa menyakitkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tiba waktunya kutu dikeluarkan dari kotak, pikirannya sudah terlanjur membatasinya bahwa kemampuan loncatnya hanyalah setinggi kotak korek api itu. Demikianlah si kutu hidup seperti itu hingga akhir hayatnya. Hilang sudah kemampuan meloncatnya yang fantastis itu. Kemaksimalan hidupnya telah dibatasi oleh keadaan lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kotak atau zona nyaman adalah wilayah imajinatif di mana kita merasa ‘nyaman’ serta merasa ‘punya kendali’, padahal itu tidak lebih dari manipulasi pikiran saja. Banyak orang merasa tidak ada yang perlu diubah dalam hidupnya. Perubahan dianggap hanya akan menambah beban, belum lagi butuh waktu untuk penyesuaian. Benarkah demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan utama mengapa seseorang tidak mau keluar dari kotak nyamannya sebenarnya adalah ketakutan menghadapi situasi baru. Padahal kita seharusnya melakukan pembaruan hidup setiap hari. Terdapat bahaya bila seseorang terlalu lama berada di kotak nyamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Pertama&lt;/em&gt;, merasa puas diri, bahkan sombong. Orang yang tidak mau membuka diri terhadap pembaruan ibarat katak di bawah tempurung. Ia pikir dunia hanya seluas apa yang ia lihat. Perasaan puas diri membuat orang menutup diri terhadap masukan yang sifatnya membangun. Bila hal ini berlanjut terus, dikuatirkan akan berpotensi menimbulkan kesombongan yang tak berdasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kedua&lt;/em&gt;, tidak bertumbuh atau berkembang. Tiadanya kebutuhan untuk berubah menyebabkan keinginan untuk mempelajari hal-hal baru juga tidak ada. Mereka sulit diajak memikirkan hal-hal yang lebih tinggi, lebih mulia, lebih agung karena levelnya masih belum dewasa. Mereka tidak akan pernah merasakan kehidupan yang maksimal, begitu-begitu saja dari waktu ke waktu. Yang perlu kita lakukan hanyalah mencoba. Selama kita belum mencoba, kita tidak akan pernah tahu bahwa cara-cara baru mungkin saja lebih baik dan menyenangkan daripada cara lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulailah mengambil langkah baru yang akan membuat hidup Anda lebih maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kata-kata bijak:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Perubahan tepat di saat yang tepat akan membawa Anda ke level yang lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Manna Sorgawi, 30 April 2010 (diedit seperlunya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di-&lt;em&gt;online&lt;/em&gt;-kan oleh &lt;a href="http://www.blogger.com/profile/10532221403391756597"&gt;Paulus Herlambang&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==========&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1082037569200053243-7081699924534652614?l=kembangkandiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/7081699924534652614'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/7081699924534652614'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kembangkandiri.blogspot.com/2010/04/keluar-dari-kotak-nyaman.html' title='Keluar dari Kotak Nyaman'/><author><name>Paulus Herlambang</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ShLybJ76fZ0/Shtg4EFrYAI/AAAAAAAAAGQ/Rsy5fDs0_1w/S220/Paulus.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1082037569200053243.post-8596001850367157923</id><published>2010-03-27T12:12:00.003+07:00</published><updated>2010-03-27T12:25:33.866+07:00</updated><title type='text'>Rahasia Sukses dalam Karier</title><content type='html'>Pagi itu diadakan sebuah acara pembekalan terhadap para karyawan yunior. Pertemuan tersebut membahas topik mengenai “komitmen”. Ketika diberikan kesempatan kepada peserta untuk memberikan tanggapan, tidak sedikit yang mengeluhkan sikap para senior atau pimpinan mereka yang berlaku keras terhadap para bawahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berkata, “Bagaimana saya bisa menunjukkan komitmen dan kesetiaan sementara saya diperlakukan secara tidak adil?” “Saya merasa sangat tertekan karena dituntut untuk berkomitmen penuh, sementara atasan saya bersantai-santai,” sambung yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Memang susah ya jadi bawahan, kita tidak bisa leluasa. Setiap kali saya mengemukakan ide, selalu saja dihentikan oleh atasan saya. Ingin rasanya saya berontak dan sekaligus keluar dari pekerjaan saya,” timpal yang lain. Pertemuan semakin ramai dan menjadi ajang untuk menumpahkan kekesalan terhadap atasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah cukup banyak orang yang berkomentar, salah seorang peserta mulai angkat bicara, “Kita tidak akan pernah menjadi pemimpin yang baik jika kita tidak belajar menjadi bawahan yang baik.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pula peserta lain yang menambahkan secara panjang lebar bahwa dalam sebuah organisasi di mana masing-masing orang mengembangkan karier, ada tahap-tahap yang harus dilalui dengan setia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika anda sedang menjadi bawahan, jadilah bawahan yang taat kepada orang yang berwenang di atas anda. Semua itu merupakan proses yang harus dilalui. Bagaimanapun sakitnya sebuah pembentukan, itu akan memberikan pelajaran penting yang kelak akan membawa anda ke jenjang yang lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa anda kesal, marah dan berontak, itu karena anda jarang sekali memandang tekanan yang anda alami dari sisi pembentukan Tuhan. Anda benci kepada atasan atau siapa pun yang berlaku keras dan anda berpikir bahwa mereka keterlaluan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi pernahkah anda berpikir bahwa dalam kondisi seperti itu sebenarnya anda tidak sedang berurusan dengan orang tersebut, melainkan dengan Tuhan? Tuhan sering memakai orang lain seperti: atasan, rekan kerja, rohaniwan, guru ataupun orangtua untuk mengikis kesombongan anda dan mengajarkan kesabaran, keuletan serta kerendahan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan melihat masalah dari sisi yang berbeda, anda akan lebih bisa bersabar dan tekun menjalani pembentukan yang Tuhan kerjakan dalam hidup anda. Pada saat masih menjadi bawahan, jadilah bawahan yang baik dan taat. Jangan lewatkan setiap tahapan proses dengan sungut-sungut, kebencian dan pemberontakan, karena jika demikian berarti anda kalah dan kehilangan satu pelajaran berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saatnya nanti, ketika Tuhan memandang bahwa anda sudah layak naik ke jenjang yang lebih tinggi, maka tak ada seorang pun yang dapat menghalangi. Juga tak ada seorang pun yang berkuasa merendahkan ketika Tuhan berkehendak mengangkat anda. Sebab itu jadilah taat dan rendah hati!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Doa:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Tuhan, beriku kesabaran untuk menjalani setiap proses dalam hidupku. Terima kasih untuk orang-orang yang Engkau pakai untuk membentukku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kata-kata bijak:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Ketika ada orang yang membuat anda jengkel, sesungguhnya anda sedang dalam pembentukan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Manna Sorgawi, 27 Maret 2010 (diedit seperlunya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di-&lt;em&gt;online&lt;/em&gt;-kan oleh &lt;a href="http://www.blogger.com/profile/10532221403391756597"&gt;Paulus Herlambang&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=======&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1082037569200053243-8596001850367157923?l=kembangkandiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/8596001850367157923'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/8596001850367157923'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kembangkandiri.blogspot.com/2010/03/rahasia-sukses-dalam-karier.html' title='Rahasia Sukses dalam Karier'/><author><name>Paulus Herlambang</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ShLybJ76fZ0/Shtg4EFrYAI/AAAAAAAAAGQ/Rsy5fDs0_1w/S220/Paulus.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1082037569200053243.post-4240260497576229106</id><published>2010-03-09T09:02:00.003+07:00</published><updated>2010-03-09T09:30:24.345+07:00</updated><title type='text'>Jangan Lewatkan Kesempatan-kesempatan Kecil</title><content type='html'>Di pinggir sebuah hutan, tinggallah seorang pemburu dengan istrinya. Sementara itu, anak satu-satunya yang sudah menginjak remaja tinggal di kota bersama pamannya untuk bersekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari si pemburu mendengar berita bahwa hari Minggu anaknya akan pulang membawa serta lima orang temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wah, besok aku harus berburu rusa di hutan supaya anakku dan teman-temannya bisa makan daging rusa sepuasnya, bahkan bisa membawa tanduk rusa itu untuk diperlihatkan kepada orang-orang kota,” demikian pikir si pemburu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu pagi, si pemburu berangkat ke hutan dengan membawa panah dan tombak. Dalam perjalanan, dia terus berharap bisa membawa hasil buruan yang diinginkannya, yaitu seekor rusa. Dia tidak membawa anjing pelacak atau jaring penjerat. Cara berburunya adalah dengan menunggu di balik sebatang pohon yang memang sering dilalui oleh binatang-binatang buruan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di tengah hutan, dia mulai mempraktikkan cara berburu yang sederhana itu. Tidak lama dia menunggu, seekor kelelawar besar kesiangan terbang hinggap di atas pohon kecil tepat di depannya. Sebenarnya dengan satu kali ayunan tombaknya, dia pasti bisa mendapatkan kelelawar tersebut. Tetapi si pemburu berkata, “Untuk apa merepotkan diri dengan seekor kelelawar? Apa artinya dibanding dengan seekor rusa besar?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama setelah itu, seekor kelinci pun lewat. Kelinci itu sempat berhenti di depannya. Sekali lagi si pemburu mengabaikannya, “Hanya seekor kelinci.” Demikian juga ketika ada seekor kancil. Bahkan ketika ada seekor kambing hutan, si pemburu pun berkata, “Ah, kambing, tanduknya tidak indah. Biarkan saja.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama si pemburu menunggu datangnya rusa yang dia inginkan, tetapi tak kunjung datang. Lima jam dia sudah menanti. Karena kelelahan, si pemburu pun tertidur. Menjelang sore, seekor rusa yang ditunggu akhirnya datang juga. Tetapi si pemburu belum juga bangun dari tidurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia baru sadar ketika merasakan injakan kaki rusa dan spontan berteriak, “Rusa!” Maka rusa itu pun langsung lari sebelum si pemburu sempat membidikkan tombak atau panahnya. Akhirnya si pemburu pulang tanpa membawa hasil apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mempunyai angan-angan yang tinggi tidaklah salah, tetapi untuk mencapainya tetap harus melalui perjuangan. Sering kali kita melewatkan kesempatan-kesempatan kecil yang berguna sebagai latihan untuk mencapai hal yang lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, mari kita gunakan setiap kesempatan yang ada untuk menunjang kesuksesan pencapaian cita-cita kita. Jangan enggan belajar, karena keberhasilan yang sejati tidak ada yang instan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Manna Sorgawi, 9 Maret 2010 (diedit seperlunya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di-&lt;em&gt;online&lt;/em&gt;-kan oleh &lt;a href="http://www.blogger.com/profile/10532221403391756597"&gt;Paulus Herlambang&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=======&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1082037569200053243-4240260497576229106?l=kembangkandiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/4240260497576229106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/4240260497576229106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kembangkandiri.blogspot.com/2010/03/jangan-lewatkan-kesempatan-kesempatan.html' title='Jangan Lewatkan Kesempatan-kesempatan Kecil'/><author><name>Paulus Herlambang</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ShLybJ76fZ0/Shtg4EFrYAI/AAAAAAAAAGQ/Rsy5fDs0_1w/S220/Paulus.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1082037569200053243.post-1156070193541486539</id><published>2010-02-22T09:36:00.008+07:00</published><updated>2010-02-22T11:13:45.456+07:00</updated><title type='text'>Kita Sendiri yang Menentukan Kebahagiaan Kita</title><content type='html'>Suatu ketika, Margaret istri John Maxwell diundang untuk membawakan seminar dengan topik “Kebahagiaan”. Seperti biasa, ketika istrinya membawakan seminar maka John Maxwell akan duduk di bangku paling depan untuk mendengarkan seminar yang dibawakan istrinya. Sebaliknya, jika John Maxwell membawakan seminar, maka istrinya akan duduk di depan untuk mendengarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Margaret selesai membawakan seminar, semua hadirin bertepuk tangan. Sesudah itu mereka masuk ke sesi tanya jawab. Banyak pertanyaan yang dilontarkan, tetapi ada salah satu pertanyaan yang cukup menarik dan mengundang rasa ingin tahu mengenai jawaban apa yang akan diberikan oleh Margaret.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan itu datang dari seorang ibu yang isinya, “Ibu Margaret, apakah suami Anda membuat Anda bahagia?” Seisi ruangan terdiam menanti jawaban. Setelah berpikir sejenak, Margaret menjawab, “Tidak.” Semua yang hadir kaget mendengar jawabannya. Sekali lagi Margaret berkata, “Tidak, John Maxwell tidak membuatku bahagia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua hadirin memandang ke John Maxwell, sementara John Maxwell menjadi salah tingkah. Kemudian Margaret melanjutkan, “John Maxwell adalah suami yang sangat baik. Ia setia, selalu memenuhi kebutuhan saya, baik jasmani maupun rohani dan ia tidak pernah berjudi, mabuk-mabukan, atau main serong. Tapi, dia tetap tidak bisa membuat saya bahagia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang peserta kemudian bertanya, “Mengapa?” “Karena tidak ada seorang pun di dunia ini yang bertanggung jawab atas kebahagiaan saya, kecuali diri saya sendiri,” jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar sekali apa yang dikatakan oleh Margaret bahwa setiap orang bertanggung jawab atas kebahagiaan dirinya sendiri. Bukan orang lain dan bukan keadaan. Kita memang tidak terlepas dari keadaan yang sulit dan orang-orang yang sengaja menyakiti hati kita, tetapi semua itu tidak dapat merampas kebahagiaan kita selama kita tidak mengizinkan kondisi yang tidak enak tersebut memengaruhi hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahagia tidaknya seseorang tergantung cara kita menyikapi setiap keadaan. Kitalah yang menentukan apakah kita akan bahagia atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kata-kata bijak:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Tidak ada apa pun yang dapat merampas kebahagiaan kita jika kita tidak mengizinkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Manna Sorgawi, 22 Februari 2010 (diedit seperlunya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di-&lt;em&gt;online&lt;/em&gt;-kan oleh &lt;a href="http://www.blogger.com/profile/10532221403391756597"&gt;Paulus Herlambang&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Artikel Terkait:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://cerdasspiritual.blogspot.com/2010/02/kebahagiaan-sejati.html"&gt;Kebahagiaan Sejati&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=======&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1082037569200053243-1156070193541486539?l=kembangkandiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/1156070193541486539'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/1156070193541486539'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kembangkandiri.blogspot.com/2010/02/kita-sendiri-yang-menentukan_22.html' title='Kita Sendiri yang Menentukan Kebahagiaan Kita'/><author><name>Paulus Herlambang</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ShLybJ76fZ0/Shtg4EFrYAI/AAAAAAAAAGQ/Rsy5fDs0_1w/S220/Paulus.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1082037569200053243.post-8130976917879392127</id><published>2010-02-11T09:39:00.001+07:00</published><updated>2010-02-11T09:40:28.486+07:00</updated><title type='text'>Andai Titanic Mendengar</title><content type='html'>Ketika melihat para awak kapal mengangkat bagasi dari bawah, Nyonya Albert Caldwel bertanya, “Benarkah kapal ini tidak bisa tenggelam?” “Benar, Nyonya,” jawab salah seorang di antaranya. “Bahkan Tuhan sendiri tak mungkin menenggelamkan kapal ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hari kemudian, kapal yang diberangkatkan dari Pelabuhan Southampton, Inggris menuju New York itu memasuki kawasan Grand Banks, sebuah kawasan berbahaya karena banyak gunung es bawah laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 14 April 1912, dua puluh menit sebelum pukul 24.00 tengah malam, kapal pesiar mewah Titanic menyerempet gunung es dan akhirnya tenggelam tiga jam kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya Frederick Fleet, petugas menara pengintai melihat sesuatu yang gelap menghadang di depan. Mula-mula kecil, lama-kelamaan bertambah besar. Ia segera membunyikan bel bahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Fleet, apa yang kamu lihat?” tanya kapten kapal. “Gunung es di depan.” “Terima kasih,” jawab suara itu lagi, santai, seolah-olah tidak ada yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan ketika kapal menyerempet gunung es itu, sang kapten, Edward J. Smith, sama sekali tidak mengurangi kecepatan kapal. Titanic tetap melaju dengan kecepatan 22,5 knot, sekitar 45 km per jam, tanpa ada gerakan menghindari maut yang menanti di depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapal mewah yang mengklaim diri “tidak bisa tenggelam” itu seolah ingin menguji dirinya melawan gunung es raksasa. Sungguh ironis, Titanic justru karam dalam pelayaran perdananya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan Thomas Andrews, si pencipta kapal itu sendiri tidak mampu menyelamatkan kapal rancangannya. Hanya 705 orang dari 2.235 penumpang yang selamat. Itu pun diselamatkan oleh kapal tua Carpathia yang kebetulan lewat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering kali kita jumpai, kesombongan membuat sebagian orang sulit untuk menerima teguran. Teguran dan peringatan sering kali diasosiasikan sebagai kelemahan atau aib (sesuatu yang memalukan). Padahal sebuah kalimat bijak berkata, “Lebih baik teguran yang nyata-nyata daripada kasih yang tersembunyi” (Amsal 27:5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanakah respons yang benar dalam menghadapi teguran? Raja Daud dalam Mazmur 119:14 menganggap peringatan Tuhan sama bahagianya dengan menerima harta benda. Seseorang hanya bisa bertumbuh lewat masukan, teguran, bahkan peringatan dari orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua manfaat dari teguran atau peringatan. &lt;em&gt;Pertama&lt;/em&gt;, peringatan membuat kita hidup. Andai kapten kapal Titanic mendengar peringatan bahaya dari petugas menara pengintai, mungkin saja Titanic tidak akan tenggelam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kedua&lt;/em&gt;, peringatan memberi kita pengetahuan. Orang yang bersedia ditegur, pengetahuannya akan bertambah. Ia akan bertambah bijaksana dan langkah hidupnya akan semakin tertata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Doa:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Tuhan, dalam kelemahanku, aku sering tidak siap untuk menerima teguran. Mampukan aku dengan rendah hati menerima setiap masukan. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kata-kata bijak:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Tidak jarang Tuhan menggunakan badai untuk menarik perhatian kita, ketika angin sepoi tak lagi mempan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Manna Sorgawi, 11 Februari 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di-&lt;em&gt;online&lt;/em&gt;-kan oleh &lt;a href="http://www.blogger.com/profile/10532221403391756597"&gt;Paulus Herlambang&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=======&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1082037569200053243-8130976917879392127?l=kembangkandiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/8130976917879392127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/8130976917879392127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kembangkandiri.blogspot.com/2010/02/andai-titanic-mendengar.html' title='Andai Titanic Mendengar'/><author><name>Paulus Herlambang</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ShLybJ76fZ0/Shtg4EFrYAI/AAAAAAAAAGQ/Rsy5fDs0_1w/S220/Paulus.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1082037569200053243.post-967333627054121413</id><published>2010-01-26T09:23:00.003+07:00</published><updated>2010-01-26T09:31:00.018+07:00</updated><title type='text'>Berani Bermimpi</title><content type='html'>Semua orang tentu sudah pernah bermimpi. Orang berkata bahwa mimpi adalah bunga tidur. Maka, bukan hal yang mengherankan kalau kita bermimpi pada saat tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi pernahkah kita bermimpi pada saat terjaga? Mimpi yang ini adalah mimpi yang kita buat sendiri dengan menaruh harapan-harapan yang baik untuk masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita boleh bermimpi semau kita, namun perlu diketahui bahwa setiap mimpi ada konsekuensinya. Konsekuensinya yaitu kita harus benar-benar berusaha untuk menggapai mimpi tersebut. Inilah yang disebut berani bermimpi, bukan hanya mempunyai mimpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berani bermimpi juga berarti siap menyongsong perubahan, entah perubahan itu sama seperti yang kita harapkan atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin mimpi kita bertentangan dengan logika masyarakat di sekeliling kita. Sebagai contoh, Yves Rossy berani bermimpi untuk bisa terbang seperti burung. Tentu saja tidak sedikit orang yang mencemooh mimpi gila ini. Tetapi dia terus berusaha, dan akhirnya pada tanggal 26 September 2008 dia berhasil membuat sayap jet yang dapat membawanya terbang melintasi Inggris-Perancis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lima perbedaan kualitas antara orang yang berani bermimpi dengan orang yang hanya mempunyai mimpi, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Pertama&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;, orang yang berani bermimpi bergantung pada disiplin diri untuk meraihnya, sedangkan orang yang hanya mempunyai mimpi bergantung pada keberuntungan. Seorang yang berani bermimpi mempunyai disiplin yang kuat untuk merealisasikan mimpinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Kedua&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;, pribadi yang berani bermimpi tetap fokus pada proses pencapaian, sedangkan orang yang hanya mempunyai mimpi fokus pada hasil akhir, enggan melewati proses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Ketiga&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;, seorang yang berani bermimpi mencari alasan untuk bertindak, sedangkan seorang yang hanya mempunyai mimpi mencari alasan untuk mengeluh. Seorang yang berani bermimpi memfokuskan diri pada tindakan yang makin mengarahkan kepada mimpinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Keempat&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;, seorang yang berani bermimpi selalu mengambil inisiatif, sedangkan orang yang hanya mempunyai mimpi selalu menunggu. Dia akan menunggu waktu yang baik, hari yang baik, kesempatan yang lebih baik, peluang yang lebih baik, rekan yang baik, tempat yang baik, dan hal baik lainnya, yang selalu menjadi prakondisi untuk mewujudkan mimpinya. Tetapi seorang yang berani bermimpi, dalam kondisi atau situasi apa pun orang ini selalu mengambil inisiatif. Apa yang belum ada, maka dia akan berusaha keras untuk mencari atau bahkan menciptakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Kelima&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;, seorang yang berani bermimpi selalu menganggap bahwa dirinyalah yang bertanggung jawab terhadap apa yang terjadi, sedangkan seorang yang hanya mempunyai mimpi menganggap bahwa yang terjadi adalah tanggung jawab orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah anda, seorang yang berani bermimpi atau yang hanya mempunyai mimpi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kata-kata bijak:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Mimpi bukan untuk ditunggu, tetapi harus diupayakan supaya tergenapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Manna Sorgawi, 26 Januari 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di-&lt;em&gt;online&lt;/em&gt;-kan oleh &lt;a href="http://www.blogger.com/profile/10532221403391756597"&gt;Paulus Herlambang&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=======&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1082037569200053243-967333627054121413?l=kembangkandiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/967333627054121413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/967333627054121413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kembangkandiri.blogspot.com/2010/01/berani-bermimpi.html' title='Berani Bermimpi'/><author><name>Paulus Herlambang</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ShLybJ76fZ0/Shtg4EFrYAI/AAAAAAAAAGQ/Rsy5fDs0_1w/S220/Paulus.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1082037569200053243.post-4755169984149189794</id><published>2009-12-12T09:58:00.001+07:00</published><updated>2009-12-12T10:00:18.821+07:00</updated><title type='text'>Odong-odong</title><content type='html'>Pada akhir dasawarsa 1980-an pemerintah DKI Jakarta menetapkan bahwa becak tidak boleh lagi beroperasi di Jakarta. Tentu saja banyak orang yang “menjerit kesakitan”, terutama mereka yang pekerjaannya menarik becak dan juga keluarga mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekalipun banyak menuai protes di sana-sini, tetapi ketetapan itu tidak pernah diubah hingga saat ini. Bagi sebagian orang, situasi ini bagai “mengubur hidup-hidup” diri mereka. Tetapi bagi sebagian yang lain tidaklah demikian. Mereka adalah orang-orang yang mampu berpikir kreatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelarangan becak beroperasi di Jakarta tidak membuat mereka putus asa. Daripada menjadi besi tua, mereka memodifikasi becak menjadi sarana bermain bagi anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Odong-odong, begitulah orang menyebut sarana bermain anak-anak ini. Tempat duduk penumpangnya dirombak sedemikian rupa dengan diganti empat buah tempat duduk untuk anak-anak. Tempat duduk itu bisa berbentuk motor-motoran, mobil-mobilan, ayam jago, bebek, kuda, dan pesawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap tempat duduk itu di bagian bawahnya ada semacam poros yang terhubung dengan roda gigi yang digerakkan oleh rantai yang terhubung dengan pedal. Dengan demikian tempat duduk tersebut dapat bergoyang perlahan naik turun seiring kayuhan si tukang odong-odong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga yang memodifikasi tempat duduk itu menjadi semacam kincir di mana pada kincir itu juga ada empat tempat duduk anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarana ini juga dilengkapi dengan &lt;em&gt;tape recorder&lt;/em&gt; yang melantunkan lagu anak-anak. Jika satu durasi lagu selesai, maka permainan juga selesai. Ongkos satu putaran biasanya 500-1000 rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk permainan ini mirip dengan permainan di tempat wisata, pusat perbelanjaan, atau mal. Oleh sebab itu, banyak orangtua yang kurang mampu sangat menyenangi permainan ini karena tidak harus mengeluarkan uang banyak untuk menyenangkan anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini odong-odong tidak hanya ada di Jakarta, tetapi juga di berbagai kota lainnya seperti Semarang, Yogyakarta, Lampung, Medan, Padang, Palembang, Balikpapan, bahkan Manado. Sungguh menjanjikan bisnis odong-odong ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini kita belajar bahwa sesungguhnya orang yang berpikir kreatif akan melihat peluang di tengah kesulitan. Sering kali kita kalah ketika menghadapi kesulitan. Lalu hidup kita diliputi kekhawatiran dan ketakutan. Padahal, sesungguhnya Tuhan sudah memberi jawaban atas kesulitan tersebut dan jawaban itu ada di sekitar kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan meratapi nasib. Marilah kita kembangkan pikiran kreatif kita. Kita dapat menelurkan suatu ide baru yang bisa menghasilkan uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Doa:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Berikan pencerahan di dalam pikiranku ya Tuhan, sehingga aku sanggup berpikir kreatif untuk mengatasi segala kesulitan yang aku hadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kata-kata bijak:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Pikiran kreatif bagaikan mata burung elang yang dapat melihat mangsanya, sekalipun berada di balik rerumputan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Manna Sorgawi, 12 Desember 2009 (diedit seperlunya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di-&lt;em&gt;online&lt;/em&gt;-kan oleh &lt;a href="http://www.blogger.com/profile/10532221403391756597"&gt;Paulus Herlambang&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=======&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1082037569200053243-4755169984149189794?l=kembangkandiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/4755169984149189794'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/4755169984149189794'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kembangkandiri.blogspot.com/2009/12/odong-odong.html' title='Odong-odong'/><author><name>Paulus Herlambang</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ShLybJ76fZ0/Shtg4EFrYAI/AAAAAAAAAGQ/Rsy5fDs0_1w/S220/Paulus.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1082037569200053243.post-7755428536772861904</id><published>2009-11-02T10:38:00.023+07:00</published><updated>2010-06-08T00:29:03.399+07:00</updated><title type='text'>Tidak Perlu Kaya untuk Pensiun</title><content type='html'>Saya adalah penerjemah buku &lt;em&gt;Retire Young Retire Rich&lt;/em&gt; karya Robert T. Kiyosaki &amp;amp; Sharon L. Lechter (penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, menurut saya, untuk pensiun kita tidak harus kaya dulu. Sebab kalau harus menunggu kaya baru boleh pensiun, mungkin seumur hidup saya tidak pernah bisa pensiun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tujuan pensiun:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Supaya bisa melakukan hal-hal yang kita sukai. Misalnya: menulis buku, melakukan pekerjaan sosial – kalau itu merupakan panggilan jiwa kita, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Syarat:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Biaya hidup sehari-hari sudah tercukupi dari sumber-sumber di luar pekerjaan utama kita (tidak perlu kaya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana jika saya &lt;em&gt;sangat menyukai&lt;/em&gt; pekerjaan saya?&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kalau anda &lt;em&gt;sangat menyukai&lt;/em&gt; pekerjaan anda, maka sebenarnya anda tidak perlu pensiun. Nikmati saja pekerjaan anda, apalagi kalau gajinya besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kalau anda &lt;em&gt;tidak menyukai&lt;/em&gt; pekerjaan anda (sebagian besar orang tidak menyukai pekerjaannya) dan anda tidak bisa mendapatkan pekerjaan lain yang lebih baik, segeralah ciptakan sumber penghasilan lain yang bisa menggantikan penghasilan utama anda, sehingga anda bisa pensiun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh: buka kos-kosan sederhana dengan 20 kamar @ Rp 500.000 per bulan (pakai kipas angin). Kalau pakai pendingin ruangan Rp 700.000 per bulan. Tanpa cuci, kamar tok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ciri-ciri orang yang &lt;em&gt;sudah pensiun&lt;/em&gt;, walaupun tampak masih bekerja&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tidak ingin kembali ke dalam &lt;em&gt;rat race&lt;/em&gt; (pekerjaan yang memusingkan), walaupun mendapat tawaran penghasilan yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang sudah pensiun kan bukan berarti hanya duduk-duduk baca koran atau nonton tv. Tapi dia masih ingin berkarya bagi masyarakat dan Tuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia melakukannya terutama untuk memenuhi &lt;strong&gt;panggilan hidup&lt;/strong&gt;-nya. Tujuannya bukan uang, walaupun kegiatan pada masa pensiun itu bisa menghasilkan uang juga (bisa banyak, bisa sedikit).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sudah bekerja &lt;em&gt;full-time&lt;/em&gt; di rumah saja sejak 2001. Berwiraswasta sudah sejak 1998, namun hingga 2001 tiap hari masih harus ke luar rumah untuk urusan bisnis dan belakangan &lt;em&gt;ngantor&lt;/em&gt; juga ketika perusahaan sudah berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru pada bulan Juli 2009 menganggap diri sendiri pensiun, karena kriteria pensiun bagi saya adalah: keluar dari rat race. Sebelum itu masih mengejar-ngejar uang, yang bagi saya itu adalah rat race (belum pensiun).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Pindah Rat Race?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harap diperhatikan bahwa keluar dari pekerjaan anda yang menyebalkan untuk berwiraswasta belum tentu &lt;strong&gt;keluar&lt;/strong&gt; dari rat race. Bisa jadi anda cuma &lt;strong&gt;pindah&lt;/strong&gt; rat race! Malah bisa tambah pusing kalau anda salah bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Arti Kata &lt;em&gt;Rat Race&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Rat race diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sebagai ‘perlombaan tikus’. Apa arti sebenarnya menurut Kamus Inggris – Inggris?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;The rat race&lt;/strong&gt;: (noun) the way of life of people living and working in a large city where people compete in an aggressive way with each other in order to be more successful, earn more money, etc. (Oxford Advanced Learner’s Dictionary, 7th edition.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==========&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1082037569200053243-7755428536772861904?l=kembangkandiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/7755428536772861904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/7755428536772861904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kembangkandiri.blogspot.com/2009/11/tidak-perlu-kaya-untuk-pensiun.html' title='Tidak Perlu Kaya untuk Pensiun'/><author><name>Paulus Herlambang</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ShLybJ76fZ0/Shtg4EFrYAI/AAAAAAAAAGQ/Rsy5fDs0_1w/S220/Paulus.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1082037569200053243.post-2756401701901495588</id><published>2009-03-26T13:34:00.007+07:00</published><updated>2009-03-26T13:58:54.732+07:00</updated><title type='text'>Cara Memiliki Hari Kerja yang Sempurna</title><content type='html'>Oleh &lt;a href="http://www.articlehighlight.com/profile/Liz-Labrum/1778"&gt;Liz Labrum&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman saya yang bekerja dari rumah mengeluh bahwa beban kerjanya telah membuatnya merasa stres berat. Hal yang mengecewakannya adalah bahwa sekalipun ia telah bekerja hingga kelelahan, tidak banyak yang dicapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan itu membuat saya bertanya mengapa stres dan banyaknya pekerjaan sering kali berjalan beriringan. Bagi sebagian besar di antara kita, ketika menghadapi banyak pekerjaan, reaksi internal kita adalah bekerja keras. Akibatnya kita menjadi ‘sibuk’ tetapi tidak benar-benar produktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini disebabkan karena secara mental kita tidak didesain untuk terus-menerus sibuk. Kita bekerja jauh lebih baik bila kita menyempatkan diri untuk jeda dan memberi kesempatan agar kreativitas alamiah kita muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Beristirahatlah Sejenak&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Istirahat sejenak ini bisa dalam bentuk yang sederhana seperti berjalan ke sisi lain kantor atau naik turun tangga. Anda juga dapat bersenandung keras-keras untuk meluapkan perasaan stres atau cemas anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama dengan seorang perokok yang pergi ke luar ruangan untuk mengisap sebatang rokok. Tindakan tersebut telah menjauhkannya dari sumber stres dan memberinya kesempatan untuk berpikir apa yang akan dilakukan kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mudah dihinggapi perasaan khawatir dan cemas sehingga sepanjang hari anda berada dalam suasana tidak nyaman yang membuat anda tidak dapat berpikir dengan jernih dan membuat anda merasa kelelahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan ini membuat anda merasa stres dan was-was sepanjang hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apa yang membuat banyak orang mengalami hal ini?&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Jawabannya terletak pada kepercayaan yang kita serap ketika kita bertumbuh dewasa. Sebagian berasal dari cerita-cerita TV dan Hollywood yang kita saksikan, di mana seorang pahlawan selalu dapat menyelesaikan masalah dan membuat orang lain hidup bahagia. Sebagian lagi berasal dari gambaran tentang kehidupan masa dewasa yang kita anggap sempurna. Kedua hal itu tanpa disadari telah membuat kita percaya bahwa kita harus sempurna seperti para pahlawan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita terus bertindak dan hidup dengan anggapan bahwa kita dapat melakukan semuanya dan segala sesuatu berada dalam kendali kita. Itu sama dengan kisah seorang anak yang menggunakan telapak tangannya untuk menahan air yang mengalir dalam parit. Kita tahu apa yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cegahlah masalah stres ini dengan belajar menggunakan kemampuan mental anda yang menakjubkan. Cukup dengan memberi perintah yang jelas kepada otak anda tentang apa yang ingin anda selesaikan. Anda memberi perintah kepada otak anda dengan cara berkomunikasi dalam bahasa imajinasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya seperti ini. Pada sore hari buatlah rencana kegiatan untuk hari berikutnya. Buatlah seringkas mungkin dan batasilah empat atau lima kegiatan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan ke tempat kerja keesokan harinya, bayangkan bahwa anda sedang mengerjakan tugas-tugas tersebut hingga selesai. Hanya perlu waktu beberapa menit untuk melakukannya tetapi rasakan sungguh-sungguh bagaimana anda mengerjakan setiap tugas hingga selesai. Otak anda sangat kreatif sehingga ketika anda menggunakan strategi ini, anda seperti sedang memrogramnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang hari ketika anda mengerjakan tugas-tugas itu, bayangkan kembali bahwa anda sudah menyelesaikannya. Ini perlu dilakukan terutama ketika anda sedang menghadapi gangguan. Itu akan menolong anda untuk tetap fokus sehingga anda dapat mengatasi gangguan-gangguan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup anda tidak akan berubah dalam semalam dan anda masih akan menghadapi banyak pekerjaan, tetapi ketika anda melakukan strategi ini, anda sedang membangun kekuatan. Anda sedang mengubah reaksi stres yang biasa anda lakukan menjadi sikap yang lebih fleksibel. Fleksibilitas berarti pilihan, dan pilihan berarti anda memiliki kendali yang lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai hari ini anda bisa menikmati momen-momen yang sempurna di antara berbagai tuntutan pekerjaan dan gangguan yang anda hadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latihlah otak anda untuk mengharapkan momen-momen yang sempurna itu sepanjang hari. Itu seperti mengikuti kompas agar memiliki perjalanan yang lebih menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.articlehighlight.com/"&gt;http://www.articlehighlight.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(article directory milik sendiri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Liz Labrum dari Think-Right Now telah menolong ratusan klien untuk menjadi lebih percaya diri, lebih sedikit stres, dapat mengatasi kelelahan, serta menghilangkan rasa takut dan kebiasaan buruk. E-booknya yang terkenal &lt;em&gt;Beat the Burnout Blues&lt;/em&gt; merupakan pedoman langkah demi langkah yang telah dirasakan manfaatnya oleh banyak orang. Kunjungilah &lt;a href="http://www.think-rightnow.com/" target="_blank"&gt;http://www.think-rightnow.com&lt;/a&gt; untuk mengunduh laporan gratis yang berjudul &lt;em&gt;Symptoms of Burnout and How to Recover&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*** Artikel di atas diterjemahkan oleh &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1041880055"&gt;Paulus Herlambang&lt;/a&gt;. Artikel aslinya (dalam bahasa Inggris) dapat dibaca &lt;a href="http://www.articlehighlight.com/Article/How-To-Have-The-Perfect--Day--At--Work/115237"&gt;di sini…&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1082037569200053243-2756401701901495588?l=kembangkandiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/2756401701901495588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/2756401701901495588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kembangkandiri.blogspot.com/2009/03/cara-memiliki-hari-kerja-yang-sempurna.html' title='Cara Memiliki Hari Kerja yang Sempurna'/><author><name>Paulus Herlambang</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ShLybJ76fZ0/Shtg4EFrYAI/AAAAAAAAAGQ/Rsy5fDs0_1w/S220/Paulus.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1082037569200053243.post-8521466066660017648</id><published>2007-09-06T16:06:00.001+07:00</published><updated>2009-05-12T11:15:26.745+07:00</updated><title type='text'>Apakah Manajemen Waktu Itu?</title><content type='html'>Oleh &lt;a href="http://www.articlehighlight.com/profile/Saleem-Rana/528"&gt;Saleem Rana&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup di abad kedua puluh satu semakin sibuk. Tidak peduli apakah anda seorang pelajar/mahasiswa, pengusaha, orangtua, atau pramuniaga, waktu adalah komoditas yang berharga – sesuatu yang perlu dikelola dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang memiliki tenggat yang harus dipenuhi, baik berupa kegiatan yang membosankan seperti menunggu bus agar tidak ketinggalan atau kegiatan penting seperti menyelesaikan tugas sebelum waktu yang ditentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tekanan waktu selalu kita rasakan. Sayangnya begitu banyak waktu yang terbuang dalam bentuk penundaan, “Saya mau minum kopi dulu sebelum memulai pekerjaan saya”, atau pemborosan waktu yang luar biasa banyaknya seperti terus-menerus memeriksa email sepanjang hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sering merasa seolah-olah tidak memiliki cukup banyak waktu untuk menyelesaikan segala sesuatu yang harus dikerjakan. Tetapi apakah itu masalah yang sebenarnya? Atau apakah anda tidak dapat menggunakan waktu secara efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda memang tidak dapat memegang waktu di tangan anda dan melihatnya. Tetapi anda dapat melakukan banyak hal dengan waktu anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikirkanlah sejenak, betapa seringnya anda menggunakan kata &lt;em&gt;waktu&lt;/em&gt; dalam kosakata anda sehari-hari? Anda menghemat waktu, anda membuang-buang waktu, dan anda menghabiskan waktu. Anda juga membunuh waktu, mengambil waktu, dan membeli waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak referensi lain tentang waktu. Namun seberapa sering anda sungguh-sungguh menyadari menit-menit yang berlalu dan bagaimana anda dapat memanfaatkannya seefektif mungkin?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin anda merasa bahwa mengelola waktu bukan sesuatu yang dapat anda lakukan. Tetapi mungkin itu merupakan hal paling membangun yang dapat anda lakukan terhadap seluruh waktu yang anda miliki!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajemen waktu dapat ditinjau dari berbagai sudut. Sesungguhnya ada banyak teknik untuk mengelola waktu secara efektif. Tetapi ingatlah hal ini, waktu tetap berlalu apa pun yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara realistis satu-satunya yang dapat anda kelola adalah bagaimana anda memanfaatkan waktu, bagaimana anda mengelola diri sendiri dengan waktu yang tersedia. Manajemen waktu berbicara tentang meningkatkan efisiensi dan menjadi lebih produktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengendalikan aset yang paling berharga ini akan memberikan apa yang anda dambakan, yakni lebih banyak waktu! Bukankah itu luar biasa? Lebih banyak waktu untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan dalam hidup anda, lebih banyak waktu untuk bersantai. Sehingga itu merupakan sesuatu yang layak dipikirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pentingnya manajemen waktu yang baik tidak boleh disepelekan. Jika anda dapat mengelola waktu dengan baik, anda akan dapat melakukan lebih banyak hal setiap hari, memiliki lebih banyak waktu luang, mengurangi stres, memiliki kehidupan yang lebih seimbang, dan dapat memenuhi tenggat dengan kekhawatiran yang minimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah menurut anda manajemen waktu merupakan hal yang perlu anda lakukan? Apakah anda mendambakan kehidupan yang diwarnai dengan lebih banyak waktu dan lebih sedikit stres? Jika hal-hal tersebut penting bagi anda, maka mungkin inilah saatnya untuk memasukkan sedikit manajemen waktu ke dalam jadwal anda yang ketat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.articlehighlight.com/"&gt;http://www.articlehighlight.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saleem Rana ingin berbagi ide-idenya yang menginspirasi. Anda bisa memperoleh lebih banyak informasi tentang manajemen waktu dan menjadi jauh lebih produktif di sini: &lt;a href="http://www.theempoweredsoul.com/time.html" target="_blank"&gt;What Is Time Management?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel aslinya (dalam bahasa Inggris) dapat dibaca &lt;a title="klik" href="http://www.articlehighlight.com/Article/What-Is-Time-Management-/7375"&gt;di sini…&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1082037569200053243-8521466066660017648?l=kembangkandiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/8521466066660017648'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/8521466066660017648'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kembangkandiri.blogspot.com/2007/09/apakah-manajemen-waktu-itu.html' title='Apakah Manajemen Waktu Itu?'/><author><name>Paulus Herlambang</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ShLybJ76fZ0/Shtg4EFrYAI/AAAAAAAAAGQ/Rsy5fDs0_1w/S220/Paulus.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1082037569200053243.post-5930608372097622018</id><published>2007-08-20T18:34:00.000+07:00</published><updated>2007-08-20T21:23:46.777+07:00</updated><title type='text'>Cara Memilih Tujuan yang Tepat</title><content type='html'>Oleh &lt;a href="http://www.articlehighlight.com/profile/Adrian-Kennelly/103"&gt;Adrian Kennelly&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menentukan tujuan, dan mengukur pencapaiannya, anda akan dapat melihat apa yang telah anda kerjakan dan apa kemampuan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses mencapai tujuan dan melihat pencapaiannya memberi anda rasa percaya diri dan keyakinan terhadap diri sendiri bahwa anda dapat mencapai tujuan-tujuan yang lebih tinggi dan lebih sulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asalkan anda memiliki disiplin diri untuk memperjuangkannya, penentuan tujuan itu relatif mudah. Bagian berikut tentang penentuan tujuan akan memberi anda pedoman yang efektif untuk membantu anda menggunakan teknik ini secara efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menentukan tujuan itu sendiri bukanlah satu-satunya persoalan yang harus anda hadapi. Kadang-kadang &lt;strong&gt;memilih tujuan yang tepat&lt;/strong&gt; sebagai permulaan lebih sulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya, anda dapat memilih untuk mengejar tujuan apa saja yang anda rasa perlu bagi kesehatan, kestabilan, dan kebahagiaan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penentuan tujuan tidak lain adalah proses formal untuk perencanaan pribadi. Dengan menentukan tujuan secara teratur, anda memutuskan apa yang ingin anda capai, kemudian bergerak selangkah demi selangkah ke arah pencapaian tujuan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses menentukan tujuan dan sasaran memungkinkan anda untuk memilih ke mana anda ingin pergi dalam hidup anda. Dengan mengetahui secara tepat apa yang ingin anda capai, anda tahu dalam hal apa anda harus berkonsentrasi. Anda juga tahu apa yang hanya sekadar pengalih perhatian anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penentuan tujuan adalah teknik standar yang digunakan oleh para atlet profesional, pengusaha yang berhasil, dan orang-orang yang berprestasi dalam segala bidang. Penentuan tujuan akan memberi anda visi jangka panjang dan memberi anda motivasi jangka pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penentuan tujuan membantu anda untuk memfokuskan perhatian dan pengetahuan anda, sehingga anda dapat mengelola sumber daya anda. Dengan menentukan tujuan yang tepat dan terdefinisi dengan jelas, anda dapat mengukur dan berbangga atas pencapaian tujuan tersebut. Anda dapat melihat kemajuan anda atas apa yang sebelumnya mungkin tampak sebagai upaya yang tidak ada manfaatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menentukan tujuan, anda akan meningkatkan rasa percaya diri anda, karena anda mengenal kemampuan anda untuk mencapai tujuan yang telah anda tentukan. Proses mencapai tujuan dan melihat pencapaiannya memberi anda rasa percaya diri bahwa anda akan dapat mencapai tujuan-tujuan yang lebih tinggi dan lebih sulit di kemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan ditentukan pada berbagai tingkat yang berbeda. Pertama-tama, anda memutuskan apa yang ingin anda lakukan dalam hidup anda dan apa tujuan skala besar yang ingin anda capai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, anda membagi tujuan skala besar tersebut menjadi tujuan-tujuan lebih kecil yang harus anda capai sehingga anda dapat mencapai seluruh tujuan hidup anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, setelah anda memiliki rencana, anda mulai berusaha untuk mencapainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan membuat sejumlah rencana anda dapat membagi tujuan hidup yang terbesar sekalipun menjadi sejumlah tugas kecil yang harus anda kerjakan setiap hari untuk mencapai tujuan hidup anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah pertama dalam menentukan tujuan pribadi adalah memikirkan apa yang ingin anda capai dalam hidup anda, karena menentukan tujuan hidup akan memberi anda perspektif menyeluruh yang membentuk semua aspek lain dalam proses pengambilan keputusan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membantu memberi anda pandangan yang luas dan seimbang atas semua hal penting dalam hidup anda, cobalah untuk menentukan tujuan berdasarkan kategori.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah anda membagi tujuan anda berdasarkan kategori, anda harus menentukan prioritas jika anda ingin berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.articlehighlight.com/"&gt;http://www.articlehighlight.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memperoleh nasihat lebih lanjut tentang peentuan tujuan, milikilah buku elektronik &lt;a href="http://shopping.directorygold.com/zen/descriptions/no/goals.html" target="_blank"&gt;Your Guide to Successfully Setting Goals&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel aslinya (dalam bahasa Inggris) dapat dibaca &lt;a title="klik" href="http://www.articlehighlight.com/Article/How-to-Choose-the-Right-Goals-to-Focus-On/5963"&gt;di sini…&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1082037569200053243-5930608372097622018?l=kembangkandiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/5930608372097622018'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/5930608372097622018'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kembangkandiri.blogspot.com/2007/08/cara-memilih-tujuan-yang-tepat.html' title='Cara Memilih Tujuan yang Tepat'/><author><name>Paulus Herlambang</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ShLybJ76fZ0/Shtg4EFrYAI/AAAAAAAAAGQ/Rsy5fDs0_1w/S220/Paulus.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1082037569200053243.post-3530747561171226826</id><published>2007-08-15T09:30:00.000+07:00</published><updated>2007-08-15T10:09:30.486+07:00</updated><title type='text'>Kehidupan Sang Elang/Rajawali</title><content type='html'>&lt;p&gt;Elang atau rajawali merupakan jenis unggas yang mempunyai umur paling panjang di dunia. Umurnya dapat mencapai 70 tahun. Tetapi untuk mencapai umur sepanjang itu seekor elang harus membuat suatu keputusan yang sangat berat pada umurnya yang ke-40.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika elang berumur 40 tahun, cakarnya mulai menua, paruhnya menjadi panjang dan membengkok hingga hampir menyentuh dadanya. Sayapnya menjadi sangat berat karena bulunya telah tumbuh lebat dan tebal, sehingga sangat menyulitkan ketika terbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itu, elang hanya mempunyai dua pilihan: menunggu kematian, atau mengalami suatu proses transformasi yang sangat menyakitkan—suatu proses transformasi yang panjang selama 150 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melakukan transformasi itu, elang harus berusaha keras terbang ke atas puncak gunung untuk kemudian membuat sarang di tepi jurang, berhenti dan tinggal di sana selama proses transformasi berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama-tama, elang harus mematukkan paruhnya pada batu karang sampai paruh tersebut terlepas dari mulutnya, kemudian berdiam beberapa lama menunggu tumbuhnya paruh baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan paruh yang baru tumbuh itu, ia harus mencabut satu per satu cakar-cakarnya. Dan ketika cakar yang baru sudah tumbuh, ia akan mencabuti bulu badannya satu demi satu. Sebuah proses yang panjang dan menyakitkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima bulan kemudian, bulu-bulu elang yang baru sudah tumbuh. Elang mulai dapat terbang kembali. Dengan paruh dan cakar baru, elang tersebut mulai menjalani 30 tahun kehidupan barunya dengan penuh energi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan kita ini, kadang kita juga harus mengambil suatu keputusan yang sangat berat untuk memulai suatu proses pembaruan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kita harus berani dan mau membuang semua kebiasaan lama yang mengikat, meskipun kebiasaan lama itu adalah sesuatu yang menyenangkan dan melenakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus rela meninggalkan perilaku lama kita agar kita bisa mulai terbang lagi untuk menggapai tujuan yang lebih baik di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya bila kita bersedia menanggalkan beban lama, membuka diri untuk belajar hal-hal yang baru, kita mempunyai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan kita yang terpendam, mengasah keahlian baru dan menatap masa depan dengan penuh keyakinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halangan terbesar untuk berubah terletak di dalam diri sendiri dan andalah sang penguasa atas diri anda. Jangan biarkan masa lalu menumpulkan asa dan melayukan semangat kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda adalah elang-elang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan pasti terjadi. Oleh karena itu, kita harus berubah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Milis &lt;a href="mailto:eksgkinurdin@yahoogroups.com"&gt;eksgkinurdin@yahoogroups.com&lt;/a&gt;, 14 Agustus 2007, 18:41&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Nama penulis asli atau sumber asli tulisan di atas tidak dicantumkan.)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1082037569200053243-3530747561171226826?l=kembangkandiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/3530747561171226826'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/3530747561171226826'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kembangkandiri.blogspot.com/2007/08/kehidupan-sang-elangrajawali.html' title='Kehidupan Sang Elang/Rajawali'/><author><name>Paulus Herlambang</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ShLybJ76fZ0/Shtg4EFrYAI/AAAAAAAAAGQ/Rsy5fDs0_1w/S220/Paulus.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1082037569200053243.post-3004558089483559857</id><published>2007-08-13T18:37:00.000+07:00</published><updated>2007-08-13T18:45:07.154+07:00</updated><title type='text'>Kekuatan Pelipatgandaan</title><content type='html'>Di “Museum Ilmiah dan Industri” yang terletak di Chicago ada sebuah &lt;em&gt;display&lt;/em&gt; (presentasi) tentang multiplikasi jumlah butir beras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu (1) butir beras ditaruh pada kotak pertama sebuah papan catur, dua (2) butir pada kotak kedua, empat (4) butir pada kotak ketiga, kemudian 8, 16, 32, 64, 128 pada kotak-kotak berikutnya (setiap kali pindah kotak dikalikan dua).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai pada kotak tertentu, butir-butir beras tersebut sudah tidak tertampung lagi sehingga tertumpah ke kotak sebelahnya. Maka &lt;em&gt;display&lt;/em&gt; pun berhenti sampai di situ. Kemudian ada sebuah pertanyaan: “Dengan prinsip pelipatgandaan pada setiap perpindahan ke kotak berikutnya, berapakah jumlah butir beras yang terdapat pada kotak ke-64?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabannya sangat mengejutkan! Jumlah butir beras tersebut dapat menutupi permukaan tanah seluas jazirah India dengan ketinggian 50 kaki (15,25 meter). Itu adalah 153 miliar ton beras, yang lebih dari cukup untuk memberi makan seluruh dunia selama 1000 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh kedua dari pelipatgandaan adalah sebagai berikut. Ada dua orang anak yang berlomba mengumpulkan uang dari ayahnya. Anak pertama meminta sepuluh ribu rupiah (Rp 10.000) setiap minggu, sedangkan anak kedua hanya meminta dua ratus rupiah (Rp 200) pada minggu pertama, tetapi melipatgandakannya setiap minggu berikutnya. Jadi berapakah uang yang mereka dapatkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak pertama pada akhir tahun (52 minggu kemudian) hanya mendapatkan Rp 520.000. Sedangkan anak kedua, walaupun pada minggu pertama hanya menerima Rp 200, pada minggu ke-52 ia memperoleh uang yang jauh melampaui kebutuhan untuk membayar seluruh utang bangsa kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa dahsyatnya kekuatan pelipatgandaan. Dalam kehidupan sehari-hari, prinsip pelipatgandaan ini dapat diterapkan dalam berbagai bidang. Semuanya dapat dimulai dari diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, jika kita ingin memiliki masyarakat yang jujur. Pada tahun pertama kita dapat mementor satu orang untuk hidup jujur. Pada tahun kedua, orang yang sudah terbiasa hidup jujur itu mementor satu orang lain untuk hidup jujur. Sementara kita sendiri juga mementor satu orang berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awal tahun ketiga sudah ada 4 orang jujur yang siap mementor 4 orang lainnya. Demikian seterusnya. Apa yang akan terjadi? Dalam waktu 32 tahun kita dapat mengubah 4 miliar manusia untuk hidup jujur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;em&gt;Touching Heaven Changing Community &lt;/em&gt;(&lt;em&gt;THCC&lt;/em&gt;)&lt;em&gt; – Seri Berlipat Ganda&lt;/em&gt;, Ir. Eddy Leo, M.Th., Metanoia Publishing, Cetakan Pertama, Mei 2007, hlm. 22 – 23.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1082037569200053243-3004558089483559857?l=kembangkandiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/3004558089483559857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/3004558089483559857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kembangkandiri.blogspot.com/2007/08/kekuatan-pelipatgandaan.html' title='Kekuatan Pelipatgandaan'/><author><name>Paulus Herlambang</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ShLybJ76fZ0/Shtg4EFrYAI/AAAAAAAAAGQ/Rsy5fDs0_1w/S220/Paulus.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1082037569200053243.post-4286458876571554088</id><published>2007-06-18T08:59:00.000+07:00</published><updated>2007-06-18T18:51:29.780+07:00</updated><title type='text'>I’m Nobody or I’m Somebody?</title><content type='html'>Oleh Samuel Mulia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang saya merasa sangat nyaman ketika saya bekerja di sebuah majalah kondang. Saya seolah-olah bisa rebahan di dada bidang nama besar itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama besar perusahaan itu memberi banyak kemudahan. Namun, tanpa saya sadari,&amp;shy; karena terlena saya lupa bahwa nama saya menjadi besar karena nama besar perusahaan itu, dan bukan karena saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tak lagi mengenal saya sebagai saya sendiri. Selalu saja dikaitkan dengan nama perusahaan itu. Dan kemudian, yang menakutkan adalah ketika datang masanya saya tak bisa lagi memakai nama besar itu di belakang nama saya. Tiba-tiba saya merasa &lt;em&gt;I’m nobody&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman saya di Paris bangga sekali kalau ia menjelaskan pekerjaannya di salah satu rumah mode kondang. Saya hanya berpikir, teman saya boleh bangga, dan sesungguhnya saya bangga juga. Tetapi saya berharap ia tak lupa bahwa ia sama sekali bukan apa-apa kalau tak ada nama kondang rumah mode itu yang senantiasa diletakkan di belakang namanya, ketika ia sedang menjelaskan siapa dirinya. Ia bisa saja membuat karya besar, tetapi nama rumah mode itulah yang tetap diingat orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ingin bangga dengan diri sendiri, maka bekerja keraslah untuk itu. Maka, belakangan ini saya mendorong teman-teman saya untuk mulai berpikir memiliki usaha sendiri, apa pun bentuknya dan sekecil apa pun itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar mereka yang pertama selalu saja, “Mau usaha apa?" Kalau sudah mendengar komentar itu, saya jadi ingat diri saya sendiri. Karena pertanyaan itu juga yang pertama datang di kepala saya. Mungkin karena saya sudah terbiasa terlena bekerja untuk orang lain, maka saya tak pernah punya waktu untuk melihat kemampuan saya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka saya bersyukur ketika saya kehilangan pekerjaan untuk orang lain sehingga saya dapat menemukan pekerjaan untuk diri sendiri, dan dengan itu saya memiliki waktu untuk mengenal kemampuan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahulu saya tak bisa membuat &lt;em&gt;cash flow&lt;/em&gt;, membacanya pun tak bisa. Karena saya mau berusaha sendiri, yaaa… saya mulai belajar dari teman saya. Ternyata main-main dengan pengaturan uang enaknya setengah mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang saya memang sedang susah-susahnya mengejar cita-cita saya. Tetapi harus saya akui, kesusahan itu sama sekali tak ada artinya ketika saya dengan bangga memberikan kartu nama saya tanpa embel-embel nama bank kondang atau majalah kondang. &lt;em&gt;I’m somebody!&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Kompas, 17 Juni 2007, hlm. 19.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1082037569200053243-4286458876571554088?l=kembangkandiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/4286458876571554088'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/4286458876571554088'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kembangkandiri.blogspot.com/2007/06/im-nobody-or-im-somebody.html' title='I’m Nobody or I’m Somebody?'/><author><name>Paulus Herlambang</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ShLybJ76fZ0/Shtg4EFrYAI/AAAAAAAAAGQ/Rsy5fDs0_1w/S220/Paulus.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1082037569200053243.post-3380178004892074620</id><published>2007-04-23T09:12:00.001+07:00</published><updated>2007-04-24T09:45:25.531+07:00</updated><title type='text'>Capailah Potensi Maksimal Anda</title><content type='html'>Tahukah anda bagaimana cara orang menjinakkan gajah? Ketika gajah masih kecil, pawang gajah mengikat kakinya dengan seutas tali. Lalu tali itu diikatkan pada sebuah tonggak yang kokoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gajah yang masih lemah tadi berusaha untuk memutuskan tali yang mengikatnya, namun selalu gagal. Setelah mencoba beratus-ratus kali dan selalu gagal, pengalaman itu menjadi pesan yang kuat di dalam otaknya, “Saya tidak mungkin memutuskan tali ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu pun berlalu. Gajah itu menjadi semakin besar dan kuat. Sekarang gajah tersebut sebenarnya dapat memutuskan tali yang mengikatnya. Namun pengalaman-pengalaman kegagalannya telah membuat gajah tersebut tidak pernah mau mencoba memutuskan tali yang mengikat kakinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali ia akan mencoba untuk memutuskan talinya, selalu ada suara di dalam dirinya yang mengatakan, “Saya tidak mungkin memutuskan tali ini.” Apa akibatnya? Gajah tersebut tidak pernah mencapai potensi maksimal yang ada di dalam dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah yang menghalangi seseorang untuk mencapai potensi maksimalnya? Di dalam diri orang-orang yang hidup medioker (&lt;em&gt;mediocre&lt;/em&gt;, biasa-biasa) ada banyak kata-kata diri (&lt;em&gt;self-talk&lt;/em&gt;) yang membatasi diri mereka untuk mencapai potensi maksimal mereka. Misalnya:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;“Saya sudah mencoba, tetapi tidak bisa.”&lt;/li&gt;&lt;li&gt;“Bagi saya itu tidak mungkin.”&lt;/li&gt;&lt;li&gt;“Saya belum pernah mencobanya.”&lt;/li&gt;&lt;li&gt;“Pengalaman saya mengatakan bahwa hal itu mustahil.”&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;Semua pengalaman buruk tersebut mengakibatkan trauma. Selain itu, kehidupan yang dipenuhi dengan pengalaman-pengalaman yang menyakitkan membuat kita ingin hidup di zona nyaman (&lt;em&gt;comfort zone&lt;/em&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang medioker memilih untuk hidup di zona nyaman, karena mereka tidak berani membayar harga. Mereka hidup sama seperti gajah tadi, yang setiap kali ingin mengatasi keterbatasannya selalu teringat pada trauma kegagalannya ketika berusaha memutuskan tali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan anda? Apakah pengalaman-pengalaman buruk anda di masa lampau telah menjadi pengikat yang membatasi diri anda untuk mencapai potensi maskimal anda? Berusahalah untuk sedikit demi sedikit keluar dari zona nyaman anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;em&gt;Touching Heaven Changing Community &lt;/em&gt;(&lt;em&gt;THCC&lt;/em&gt;) – Seri Berbuah, Ir. Eddy Leo, M.Th., Metanoia Publishing, Cetakan Pertama, Maret 2007, hlm. 104 – 105.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1082037569200053243-3380178004892074620?l=kembangkandiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/3380178004892074620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1082037569200053243/posts/default/3380178004892074620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kembangkandiri.blogspot.com/2007/04/capailah-potensi-maksimal-anda.html' title='Capailah Potensi Maksimal Anda'/><author><name>Paulus Herlambang</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ShLybJ76fZ0/Shtg4EFrYAI/AAAAAAAAAGQ/Rsy5fDs0_1w/S220/Paulus.JPG'/></author></entry></feed>
